Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh terus memperkuat pembangunan industri daerah melalui berbagai program strategi sepanjang tahun 2025.

Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, mutu produk industri, pengembangan perwilayahan industri, hingga penguatan sinergi dengan Dekranasda serta pemerintah provinsi dan pusat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Yasril, menyampaikan bahwa pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) merupakan aset penting dalam pembangunan industri daerah. Oleh karena itu, Disnakerperin secara konsisten melaksanakan berbagai pelatihan, sosialisasi, dan program pemagangan untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri.

“Sepanjang tahun 2025, kami melaksanakan beragam kegiatan peningkatan SDM industri, mulai dari workshop ecoprint, batik, bambu, rajut, hingga pelatihan manajemen usaha dan pembuatan website serta konten media sosial,” ujar Yasril.

Tercatat, kegiatan pengembangan SDM meliputi Workshop Ecoprint, Kerajinan Bambu, dan Batik masing-masing untuk 15 IKM, Sosialisasi Kredit Usaha dan Perpajakan bagi 30 IKM, Pelatihan Manajemen Usaha Industri bagi 15 IKM, Pelatihan Rajut bagi 51 IKM, serta program magang batik dan ecoprint di dalam dan luar daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian, Elya Harmi, menjelaskan bahwa peningkatan daya saing produk juga menjadi prioritas melalui fasilitas sertifikasi dan perizinan. Pada tahun 2025, Disnakerperin memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 43 IKM, terdiri dari 40 IKM sertifikasi halal self deklarasi dan 3 IKM sertifikasi halal reguler. Selain itu, sebanyak 35 IKM difasilitasi pendaftaran sertifikat merek.

“Standarisasi mutu dan legalitas produk sangat penting agar IKM kita mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Elya.

Dalam aspek perwilayahan industri, Kota Payakumbuh mengembangkan klaster industri berbasis sentra IKM. Secara resmi, Payakumbuh memiliki empat sentra IKM, yakni Sentra Rendang, Sentra Makanan Ringan, Sentra Tenun, dan Sentra Bambu. Secara faktual, juga berkembang sentra lain seperti Batik, Rajut, dan Olahan Jamur, serta penguatan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Disnakerperin juga aktif melakukan verifikasi, monitoring, pengawasan, dan pemantauan pelaporan usaha melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Dalam satu kunjungan IKM, dilakukan lima kegiatan sekaligus, mulai dari verifikasi teknis perizinan, pemutakhiran data industri, pengawasan, pemantauan SIINas, hingga pelaksanaan Klinik Analisis Usaha (Klinik Anisa) keliling.

Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta didampingi Wakil Ketua Dekranasda Yeni Elzadaswarman, menambahkan bahwa kolaborasi antara Disnakerperin dan Dekranasda menjadi penguat penting dalam pembinaan IKM sandang, kerajinan, dan ekonomi kreatif.

“Dekranasda berperan sebagai etalase promosi produk unggulan daerah. Dukungan Disnakerperin sangat membantu, mulai dari keikutsertaan event nasional seperti Inacraft, Jakarta Muslim Fashion Week, hingga Payakumbuh Creative Festival,” ungkap Eni Zulmaeta dan Yeni Elzadaswarman

Selain itu, Disnakerperin juga memfasilitasi berbagai kegiatan kementerian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, seperti program One Village One Product (OVOP), pelatihan CPPOB, bantuan peralatan KUB, pelatihan menjahit, serta fasilitasi sertifikasi halal bagi IKM.

Melalui rangkaian program tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk membangun industri daerah yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Disnakerperin Kota Payakumbuh

Berita Terkait

Mendagri Beri Batas Waktu Satu Minggu, Daerah yang Belum Bentuk Satgas MBG Diminta Segera Bergerak
BPBD Kaltim Update Penanganan Karhutla: Siaga Darurat Terus, Paser Kering –
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Pelayanan Melalui Pengukuran Terjadwal dan PELOPOR 10 Hari
Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota
Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 28-30 Oktober 2026 14 Provinsi Waspada Hujan Lebat
Prabowo Menerima Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang
BMKG: Sumatera, Jawa, Kalimantan Waspada Hujan Lebat hingga 30 Oktober

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Mendagri Beri Batas Waktu Satu Minggu, Daerah yang Belum Bentuk Satgas MBG Diminta Segera Bergerak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPBD Kaltim Update Penanganan Karhutla: Siaga Darurat Terus, Paser Kering –

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Pelayanan Melalui Pengukuran Terjadwal dan PELOPOR 10 Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah

Berita Terbaru

Headline

Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:20 WIB

Headline

Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:01 WIB