BPBD Kaltim Update Penanganan Karhutla: Siaga Darurat Terus, Paser Kering –

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi (Fauzi/kotaku.co.id)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperketat pengawasan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan.

Status waspada tanggap darurat dipastikan akan terus berlanjut hingga akhir November 2026.

Kepala BPBD Provinsi Kaltim Buyung Dodi mengungkapkan berdasarkan pemetaan terkini, sebaran titik karhutla di Kaltim mulai mengalami perubahan intensitas karena faktor cuaca.

Beberapa wilayah utara dan barat dikabarkan mulai diguyur hujan.

Intensitas karhutla saat ini relatif lebih kecil bahkan tidak ada sama sekali, kata Buyung Dodi usai mengikuti uji coba penanganan karhutla di Mapolda Kaltim, Rabu (29/10/2026).

Ia menjelaskan, meski sebagian wilayah sudah diguyur hujan, namun ancaman kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya mereda.

Buyung mengatakan, kejadian kebakaran lahan masih sering terjadi di beberapa daerah, khususnya di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kota Samarinda.

Buyung mengatakan, berdasarkan data meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Paser diprediksi menjadi wilayah terakhir yang menerima curah hujan.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut menjadikan Paser sebagai wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi hingga saat ini.

Dampak kekeringan yang signifikan juga masih melanda wilayah Samarinda dan Paser.

“Saat ini kami masih menerapkan status siaga tanggap darurat hingga 30 November 2026. Namun nantinya akan terus kami evaluasi efektivitasnya,” jelas Buyung.

Dalam mempercepat penanggulangannya, Buyung menjelaskan Provinsi Kalimantan Timur mendapat suntikan bantuan sebesar Rp 20 miliar dari pemerintah pusat.

Anggaran tersebut dibagi ke beberapa sektor operasional untuk mengoptimalkan penanganan.

Rinciannya, untuk BPBD Kaltim sebanyak Rp10 miliar, sebagian dialokasikan untuk pengadaan peralatan, logistik dan insentif bagi relawan, kehutanan sebanyak Rp7 miliar, dan bidang kesehatan sebanyak Rp3 miliar.

Dana yang dikelola BPBD akan digunakan secara sharing untuk mendukung pemenuhan fasilitas lima bidang prioritas.

Meliputi Kabupaten Paser, PPU, Kutai Barat, Kutai Timur dan Samarinda.

Sementara untuk penanganan kekeringan dan karhutla di Kutai Kartanegara dan Samarinda, BPBD memaksimalkan penyaluran bantuan pompa air.

Fasilitas pompa darurat ini merupakan dukungan langsung yang sebelumnya diberikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk memperkuat ketahanan daerah dari bencana karhutla, tutupnya.






Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kolaborasi Terbaru Radar Rindu, Man Osman dan BLAM!
Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang
Mendagri Beri Batas Waktu Satu Minggu, Daerah yang Belum Bentuk Satgas MBG Diminta Segera Bergerak
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Pelayanan Melalui Pengukuran Terjadwal dan PELOPOR 10 Hari
Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota
Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 28-30 Oktober 2026 14 Provinsi Waspada Hujan Lebat
Prabowo Menerima Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang
Tag :