RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoreksi anggapan bahwa Siklon Tropis Champi dapat menyedot asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dampak siklon terhadap asap bukanlah pengisapan langsung, melainkan perubahan sirkulasi angin.
BNKG menyatakan sirkulasi siklon dapat mempengaruhi arah dan kecepatan angin regional. Perubahan ini dapat mengubah jalur pergerakan asap dari kawasan kebakaran hutan dan lahan.
“Pada prinsipnya siklon tidak bekerja seperti alat pengisap yang menyedot asap langsung dari daerah yang jauh. Peredarannya dapat mempengaruhi arah dan kecepatan angin daerah sehingga mengubah jalur pengangkutan asap,” kata Kepala Tim Prediksi Fenomena Cuaca Khusus dan Peringatan Dini BMKG Miming Saepudin dalam wawancara RRI Pro 3, Minggu, 25 Oktober 2026.
Miming mengatakan, Champi kini sudah tidak lagi berdampak pada cuaca atau potensi gelombang di Indonesia. Oleh karena itu, potensi hujan di sejumlah wilayah perlu dikaji berdasarkan faktor atmosfer lainnya.
BMKG masih memantau potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa hari ke depan. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, serta sebagian Jambi dan Sumatera Selatan.
“Dalam dua hari ke depan, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau. Potensi serupa juga terjadi di sebagian Jambi dan Sumsel,” kata Miming.
Menurut Miming, potensi hujan terkait dengan bibit siklon di Teluk Benggala dan dinamika atmosfer lainnya. Konvergensi atau pertemuan angin di Sumatera juga dapat meningkatkan terbentuknya awan hujan.
Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah masih berpotensi mengalami hujan yang tidak merata. Miming mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran di kawasan tersebut.
Di Kepulauan Riau, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun tidak merata dalam sepekan ke depan. Hujan kali ini berpotensi membantu mengurangi kondisi asap di wilayah setempat.
“Curah hujan di wilayah yang terkena dampak asap setidaknya dapat membantu membersihkan suasana. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai genangan air saat hujan sedang hingga lebat,” kata Miming.
BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui media sosial resmi dan aplikasi Info BMKG. Informasi yang tersedia mencakup prakiraan cuaca harian dan peringatan cuaca selama enam jam ke depan. (Nikita Yunistia Maryam)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














