TERNATE — Masyarakat pesisir dan aktivitas pelayaran di Maluku Utara diimbau lebih waspada dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate memperkirakan adanya peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan yang berlaku pada 24 hingga 27 Oktober 2026.
Prakiraan BMKG Ternate Marini Zahrina menjelaskan, peningkatan gelombang ini dipicu oleh dinamika kondisi sinoptik. Saat ini pola angin di wilayah khatulistiwa utara Indonesia secara umum bergerak dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan 4 hingga 15 knot.
Sementara itu, pergerakan angin di wilayah selatan bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan lebih tinggi yaitu 6 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi yang tercatat saat ini terjadi di wilayah Laut Arafuru bagian timur.
Kondisi ini berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain perairan Kepulauan Loloda, perairan timur Kepulauan Halmahera, perairan Gebe, serta perairan barat laut, timur laut, dan tenggara Morotai.
Dinamika cuaca laut saat ini memberikan risiko nyata terhadap keselamatan pelayaran. Kapal nelayan mulai terancam jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara untuk kapal tongkang, kecepatan angin hingga 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter sangat berisiko, kata Marini.
Dia menambahkan, keselamatan kapal feri juga patut diwaspadai.
“Hembusan angin mencapai 21 knot disertai gelombang setinggi 2,5 meter sangat berbahaya bagi navigasi kapal. feri“lanjutnya.
Ia mengimbau para nakhoda, nelayan, dan masyarakat yang berada di pesisir pantai untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini sebelum memutuskan untuk melakukan aktivitas di laut. *
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














