Sejumlah elemen murid dari aliansi BEM Perguruan Tinggi Se-Semarang Raya mengkritisi lambatnya respon terhadap karhutla yang terjadi selama ini.
Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).
Mereka membentangkan sejumlah spanduk kecaman bertuliskan ‘Kalau Kami Bakar Kamu Bakar Bersama Kami’, ‘Melemahkan PHK Perekonomian Melanda! Negara Kehilangan Fungsinya’, dan ‘Republik Bukan Milik Negara dan Rakyat Bukan Budak Kekuasaan’.
Tuntutan Mahasiswa
Lima tuntutan yang diajukan aliansi mahasiswa Semarang Raya antara lain mendesak pemerintah menstabilkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), mengembalikan fungsi pokok TNI dan Polri sesuai amanat reformasi, melakukan evaluasi komprehensif terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), memulihkan hak atas tanah dan wilayah yang terkena bencana atau konflik agraria, serta menegakkan hukum yang tegas terhadap praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Lira menyoroti lambatnya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang saat ini melanda sejumlah wilayah pegunungan di Jawa Tengah.
Ia mengkritisi skala prioritas kebijakan anggaran pemerintah pusat yang perlu dievaluasi kembali.
Melihat situasi saat ini, penderitaan masyarakat terdampak bencana belum mendapat penanganan maksimal. Kebijakan seperti MBG harusnya dievaluasi, dana bisa difokuskan dulu pada penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan yang mendesak, katanya.
Menurut anggota PMKRI Semarang, Ramanda Bima, ada sekitar 2.000 mahasiswa dari berbagai kampus besar, seperti Unnes, Undip, Universitas Semarang (USM), Polines, Unissula, dan UIN Walisongo yang berdemonstrasi selama 2 tahun pemerintahan Prabowo.
Ramanda menegaskan, konsolidasi aliansi mahasiswa memunculkan lima tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat agar bisa mewakili suara masyarakat secara nasional.
“Di sini kami tidak sekedar berbicara mengatasnamakan Semarang atau Jawa Tengah, tapi membawa aspirasi masyarakat Indonesia. Ada lima tuntutan utama hasil konsolidasi daerah hingga nasional, semuanya mendesak dan perlu segera ditindaklanjuti,” kata Ramanda.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














