TAIWAN (Lentera) – Topan Champi diperkirakan membawa angin kencang dan hujan lebat masih berpotensi menerjang Taiwan secara langsung. Menghadapi badai tersebut, hampir seluruh Taiwan menghentikan aktivitasnya pada Jumat (23/10/2026).
Menurut Central Weather Administration (CWA) Taiwan, Topan Champi – yang mencapai kategori topan super dan menjadi salah satu badai terkuat di Pasifik tahun ini – masih membawa hembusan angin dengan kecepatan sekitar 191 km/jam di dekat pusatnya.
Badai itu terjadi sekitar 320 km sebelah timur ujung selatan Taiwan. Berdasarkan prakiraan, badai ini akan melintas di lepas pantai timur laut Taiwan, berbelok ke utara menuju pantai Tiongkok, dan akhirnya bergerak menuju Jepang bagian selatan.
Akibat badai tersebut, satu orang di Taiwan dilaporkan tewas dan 94 lainnya luka-luka. Pemerintah setempat mengatakan hampir 1.300 orang telah dievakuasi dari wilayah pegunungan tersebut.
Peramal cuaca CWA Liu Pei-teng, menurut Reuters, mengatakan kemungkinan badai menghantam daratan tidak dapat dikesampingkan jika badai “berhenti, berbalik, atau bergerak tidak menentu” saat mendekati Taiwan.
Radius angin badai ini cukup luas, termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, kata Liu.
Ia juga mengatakan jika pergerakan badai melambat, angin kencang akan berdampak lebih lama di Taiwan.
Sementara itu, peramal cuaca di Taiwan menyatakan radius badai mencapai sekitar 320 km (200 mil) yang mencakup sebagian besar wilayah Taiwan. Pakar cuaca memperkirakan dampaknya bisa berlangsung hampir dua hari.
Taiwan secara umum sangat siap menghadapi topan, sehingga jumlah korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Meski lebih sering terjadi pada musim panas, badai semacam ini juga bisa melanda pada musim gugur.
Topan tersebut diperkirakan akan melewati Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat di Jepang yang termasuk dalam Prefektur Okinawa.
Redaktur: Lutfiyu Handi
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency













