Baskara Putra tak masalah jika lagunya dijadikan latar demonstrasi di media sosial. (Foto: Instagram|@wordfangs)
JAKARTA – Musisi Baskara Putra menegaskan tak keberatan jika karyanya dimanfaatkan suara latar belakang berbagai video demonstrasi dan narasi gerakan perlawanan di media sosial.
Menurut Baskara, penggunaan lagu-lagunya di tengah demonstrasi justru menunjukkan adanya kesamaan perasaan dan frekuensi antara apa yang ia ciptakan dengan perasaan masyarakat.
“Ketika musik digunakan untuk menyampaikan inspirasi dan gerak, berarti masyarakat menemukan titik temu antara karya tersebut dengan pendengar lagunya,” kata Baskara saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 November 2026.
Pelantun lagu Enough itu justru sempat bercanda bahwa hal aneh hanya akan terjadi jika karyanya digunakan untuk tujuan yang justru bertolak belakang dengan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Baginya, musik dan karya seni tidak lepas dari dinamika sosial dan politik saat ini. Ia menilai berbicara lantang melalui karyanya merupakan bentuk ekspresi yang sangat wajar bagi siapa pun.
Lebih lanjut, Baskara menegaskan, apa yang dilakukannya bersama rekan-rekan musisi di atas panggung belakangan ini murni bentuk keresahan sebagai warga negara yang merasakan dampak dari kebijakan yang ada.
“Bagaimana kita bisa bicara cinta, kalau misalnya ruang publik tidak ada dan selalu diambil alih, dan kebijakan tidak memihak kita semua. Sebelum menjadi artis atau musisi, kita hanyalah rakyat biasa,” ujarnya.*
(SIS)
Celebrity Okezone menyajikan berita terkini, eksklusif dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














