LindungiHutan dan Taman Nasional Way Kambas Tingkatkan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

- Redaksi

Kamis, 5 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi antara LindungiHutan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi upaya konservasi lingkungan dan pelestarian alam di Indonesia.

Dalam kolaborasinya, LindungiHutan dan Taman Nasional Way Kambas bertujuan membangun arboretum sebagai upaya perlindungan satwa dari perburuan liar sekaligus pusat penelitian di Way Kambas.

“Di Taman Nasional Way Kambas banyak satwa dilindungi dan terancam dari perburuan liar.  Adanya arboretum tujuannya untuk menghalau pemburu liar yang masuk,” ujar Aminul Ichsan, Operational Manager LindungiHutan.

LindungiHutan bersama para kolaborator peduli lingkungan dan TN Way Kambas telah menanam 2.894 pohon laban (Vitex pubescens) di kawasan arboretum tersebut.

Program konservasi ini tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat setempat. Mereka juga melibatkan masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penanaman, pemantauan, hingga pemeliharaan pohon.

“Pelibatan masyarakat sangat penting. Mereka berperan dalam penyedia bibit penanaman hingga pemeliharaan pohon yang telah ditanam,” kata Aminul Ichsan.

Melalui upaya ini, masyarakat juga berperan sebagai penjaga lingkungan hingga satwa liar di TNWK sehingga memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.

LindungiHutan berupaya kolaborasi ini dapat terus berkembang sehingga menciptakan dampak keberlanjutan di Taman Nasional Way Kambas dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

“Dari pohon yang kami tanam kami berharap tumbuh dengan baik dan memberikan perlindungan kepada satwa di sana, serta pembangunan arboretum melalui program penanaman pohon dapat berkesinambungan,” ungkap Aminul Ichsan.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 898 ribu pohon telah ditanam bersama 580 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga
Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang
Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Berita Terbaru

Headline

(HOAKS) Presiden Prabowo Sebut Masyarakat Pasti Dimiskinkan

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:20 WIB

Headline

Kolaborasi Terbaru Radar Rindu, Man Osman dan BLAM!

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:00 WIB

Headline

Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:40 WIB