Tidak ada kewajiban bagi dapur untuk mengurangi relawan. “Kami memberikan alternatif penghitungan kebutuhan relawan SPPG per hari berdasarkan jumlah penerima manfaat,”
kata Tysa dikutip dari akun Instagram resmi @badangizinasionalri, Jumat 6 November 2026.
Kebijakan tersebut berarti pengaturan jumlah pekerja di dapur MBG perlu disesuaikan dengan kapasitas pelayanan.
Apalagi skema pembiayaan mitra sebelumnya menggunakan insentif fasilitas sebesar Rp6 juta per hari, sedangkan skema baru menggunakan perhitungan berdasarkan jumlah penerima manfaat.
Kapasitas Penerima Manfaat
Dalam skema yang dihadirkan BGN, jumlah relawan disarankan mengikuti kapasitas penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.
SPPG dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 3.000 orang direkomendasikan memiliki 47 relawan.
Berikut rincian alternatif kebutuhan relawan SPPG berdasarkan jumlah penerima manfaat:
BGN menyatakan mitra tetap diperbolehkan memiliki jumlah relawan melebihi jumlah yang disarankan. Namun biaya operasional dapur tidak boleh melebihi pagu Rp 3.000 per penerima manfaat untuk setiap hari pelayanan efektif.
Dengan keterbatasan tersebut, jumlah relawan bukan satu-satunya komponen yang perlu diperhitungkan oleh mitra. Pengelola dapur juga harus mengatur pembiayaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi tanpa melebihi anggaran operasional yang telah ditetapkan.
Sebagai alternatif, BGN mengajak mitra untuk mengimplementasikan sistem tersebut bergeser atau perubahan jadwal kerja. Melalui mekanisme tersebut, para relawan dapat bekerja secara shift sehingga jumlah pekerja yang bertugas setiap harinya disesuaikan dengan kebutuhan dapur masing-masing.
Namun, mitra dapat mencoba alternatif lain bergeser sukarelawan per hari sesuai kebutuhan dapur masing-masing,”
kata Tysa.
Tysa menjelaskan, semakin besar jumlah penerima manfaat yang dilayani maka semakin banyak pula tenaga yang dibutuhkan.
Sebaliknya, dapur dengan kapasitas pelayanan yang lebih kecil dapat mengelola jumlah pekerja secara proporsional.
Meski BGN menegaskan tidak ada kewajiban untuk memangkas relawan, namun penerapan batasan biaya operasional dan alternatif jumlah tenaga kerja tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Sebab, penataan ini akan mempengaruhi cara mitra mengelola kebutuhan tenaga kerja di dapur MBG.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














