Tipe LTJ
La Ode menjelaskan, LTJ di Mamuju memiliki ciri khas tanah liat yang menyerap ionyaitu jenis deposit logam tanah jarang primer yang juga ditemukan di sejumlah wilayah di China, Myanmar, dan Brazil.
Meski begitu, dia menegaskan belum bisa membeberkan perkiraan sumber daya LTJ di Mamuju karena masih menunggu hasil eksplorasi.
“Yah, LTJ di Mamuju itu tipikal tanah liat yang menyerap ion. Jadi jenisnya sama seperti misalnya Bayan Obo di China atau di Myanmar, atau di Caldeira di Brazil, itu jenis logam tanah jarang primer, jelasnya.
Sementara Kementerian ESDM memastikan Perminas akan menggarap tambang LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan, tambang LTJ di Mamuju masih belum dikuasai perusahaan mana pun, sehingga Perminas akan menjadi pemegang IUP LTJ di Mamuju.
“Perminas, Perminas (yang akan menggarap tambang LTJ di Mamuju),” kata Tri kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).
Sebelumnya, pengembangan kawasan Mamuju sebagai proyek pertambangan LTJ dilakukan melalui pertemuan Kementerian ESDM bersama BPI Danantara melalui BIM di kantor Badan Pengatur BUMN (BP), Selasa (12/5/2026).
Tri saat itu mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk terus membahas potensi LTJ di daerah tersebut.
“Mamuju baru membahas ini, pembangunannya seperti apa unsur tanah jarang,” kata Tri kepada awak media, pekan lalu.
Sementara itu, Kepala BIM Brian Yuliarto dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, Selasa (10/2/2026), pernah menjelaskan potensi LTJ berupa neodymium-praseodymium (NDPR) juga terbium (Tb) dan disprosium (Dy) di Mamuju.
Lebih lanjut Brian mengatakan, penelitian yang dilakukan BIM di bidang ini akan melibatkan perguruan tinggi untuk menentukan teknologi yang akan digunakan.
“Nah ini yang kita lakukan di Mamuju, kita coba teknologi dari apa yang sudah dikembangkan di kampus dan sebagainya. Kita lakukan ini untuk mengambil, mengubah dari mineral bijih yang mengandung logam tanah jarang itulah yang mereka sebut campuran oksida,” kata Brian.
Dalam kesempatan itu Brian menjelaskan delapan blok mineral kritis yang akan dipelajari. Brian menyatakan, delapan blok tambang tersebut diprediksi memiliki LTJ dan beberapa di antaranya juga memiliki mineral penting lainnya seperti antimon, tungsten, tantalum, dan timah.
Sedangkan blok pertambangan tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Berikut daftar delapan blok pertambangan yang diprioritaskan Badan Industri Mineral (BIM) untuk dieksplorasi:
1. Blok Toboali (Bangka Belitung)
Komoditas utama: Tungsten sekitar 8.287 bagian per juta (ppm), logam tanah jarang 2.391 ppm, dan tantalum.
Luas: 10.000 hektar.
2. Blok Keposang (Bangka Belitung)
Komoditas utama: Logam tanah jarang dengan kandungan total sekitar 1.000 ppm.
Luas: 5.000 hektar.
3. Blok Mentikus (Bangka Belitung)
Komoditas utama: Timah sekitar 23.400 ppm dan tungsten sekitar 9.000 ppm.
Luas: 200 hektar.
Catatan: Status wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) masih perlu dipastikan.
4. Blok Batubesi (Bangka Belitung)
Komoditas utama: Timah sekitar 5.000 ppm dan tungsten sekitar 2.500 ppm.
Luas: 500 hektar.
5. Blok Melawi (Kalimantan Barat)
Komoditas utama: Logam tanah jarang dengan kandungan total sekitar 81.720 ppm.
Luas: 54.000 hektar.
Catatan: Sekitar 20% wilayahnya berada di kawasan hutan lindung.
6. Blok Hulu Boyan (Kalimantan Barat)
Komoditas andalan: Antimon dengan kadar sekitar 70%—95%.
Luas: 8.492 hektar.
Catatan: Sekitar 15% wilayahnya berada di kawasan hutan lindung.
7. Blok Mamuju (Sulawesi Barat)
Komoditas utama: Logam tanah jarang dengan kadar sekitar 2.000 ppm.
Luas: 23.000 hektar.
8. Blok Bombana (Sulawesi Tenggara)
Komoditas utama: Logam tanah jarang sekitar 220 ppm dan antimon sekitar 6.170 ppm.
Luas: 64.000 hektar.
Catatan: Sekitar 60% wilayahnya berada di kawasan hutan lindung.
(azr/ros)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














