Isu Sosial Menjadi Viral, Bagaimana Respon Psikologi Gen Z?

- Redaksi

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RRI.CO.ID, Madiun – Media sosial memungkinkan berbagai isu sosial menyebar dengan cepat dan menjangkau banyak orang. Dalam waktu singkat, informasi mengenai bencana, isu kemanusiaan, dan ketidakadilan sosial dapat menjadi perbincangan luas. Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang aktif menyikapi fenomena tersebut melalui unggahan, komentar, dan seruan dukungan.

Respon tersebut tidak lepas dari proses psikologis yang melibatkan emosi, empati, dan pengaruh lingkungan sosial. Ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, seseorang dapat merasakan kekhawatiran dan terdorong untuk menunjukkan dukungan. Media sosial kemudian memberikan ruang bagi Gen Z untuk mengungkapkan tanggapan tersebut secara terbuka.

Dosen Psikologi Kampus Widya Mandala Surabaya Madiun, Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan respons terhadap isu-isu sosial dapat dipengaruhi oleh kedekatan emosional, pengalaman pribadi, dan cara seseorang memahami informasi yang diterimanya.

“Ketika melihat suatu peristiwa yang menyentuh rasa kemanusiaan, seseorang dapat merasakan empati. Perasaan tersebut dapat mendorong keinginan untuk membantu atau menunjukkan kepedulian,” jelasnya, Minggu (1/1/2026).

Namun respons emosional terhadap isu viral juga perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Informasi yang tersebar luas belum tentu sepenuhnya benar atau tersampaikan secara utuh. Tanpa memahami konteksnya, seseorang berisiko menyebarkan informasi yang salah atau memberikan penilaian yang terburu-buru.

“Penting bagi generasi muda untuk tidak sekedar mengikuti apa yang dibicarakan. Mereka perlu memahami permasalahan, mengecek informasi, dan mempertimbangkan dampak dari setiap respon yang diberikan,” tambahnya.

Selain itu, lingkungan digital juga memengaruhi cara Gen Z merespons suatu permasalahan. Ketika banyak orang membahas masalah yang sama, ada dorongan untuk berpartisipasi dalam percakapan tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa kekhawatiran tersebut tidak tulus, namun hal ini menunjukkan bahwa perilaku di media sosial juga dapat dipengaruhi oleh norma dan dinamika kelompok.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul
Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja
DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:53 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul

Senin, 2 November 2026 - 21:31 WIB

Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Berita Terbaru