RRI.CO.ID, Malang – Tercatat sebanyak 659 kejadian gempa terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 522 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan 137 lainnya merupakan gempa sedang.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Malang Ricko Kardoso mengatakan, berdasarkan hasil pantauan selama Oktober, tidak ditemukan gempa dalam di wilayah tersebut.
Magnitudo gempa yang tercatat bervariasi, mulai dari 1,17 hingga 5,02, kata Ricko Kardoso, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, aktivitas kegempaan tertinggi terjadi pada 28 Oktober 2026 dengan 74 kejadian. Sedangkan jumlah terendah tercatat pada 14 Oktober 2026 yakni tujuh kejadian.
Ricko menjelaskan, aktivitas gempa di Jawa Timur dan sekitarnya dipengaruhi oleh pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.
Selain itu, aktivitas sesar lokal juga menjadi sumber terjadinya gempa bumi, jelasnya.
Selama Oktober 2026, BMKG mencatat delapan kali gempa bumi yang dirasakan masyarakat. Data tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya masih perlu mendapat perhatian.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa. Masyarakat juga diminta memastikan informasi mengenai aktivitas gempa dan peringatan dini tsunami melalui jalur resmi BMKG.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














