Mahasiswa Tuntut Lima Agenda dan Negosiasikan Lokasi Demonstrasi di Jakarta

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi Indonesia Sadar di Jakarta pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Aksi unjuk rasa yang dikoordinir Komite Penyelamatan Kedaulatan Rakyat (Sadar) ini mengusung lima tuntutan terkait kebijakan pemerintah, sedangkan polisi mengarahkan peserta untuk menyampaikan aspirasinya di kawasan Dukuh Atas, bukan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Berdasarkan pemberitaan ANTARA, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung memimpin pengamanan bersama Dandim 0501/Jakarta Pusat Letkol Inf. Danang Waluyo. Petugas berdialog dengan perwakilan mahasiswa dan memperbolehkan aksi demonstrasi berlangsung di depan Gedung UOB Dukuh Atas, namun negosiasi tetap berjalan karena massa menginginkan Bundaran HI sebagai lokasi demonstrasi.

Komite Sadar ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, dan Universitas Airlangga. Aksi ini menyoroti perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah dua tahun berjalan.

Melalui unggahan BEM KM UPN Veteran Yogyakarta, pihak penyelenggara mengajak masyarakat sipil untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut.

“Dalam Aksi Indonesia Sadar, semua orang diundang, semua orang dipersilakan datang. Mari kita rayakan dan rebut kembali kedaulatan rakyat yang dirampas oleh penguasa bejat,” tulis akun BEM KM UPN Veteran Yogyakarta.

Berdasarkan publikasi BEM UI, lima tuntutan yang disebut sebagai Lima Perintah Rakyat itu meliputi isu lingkungan hidup, APBN, pendidikan dan pelayanan dasar, penegakan hukum, dan hak asasi manusia. Beautynesia mengabarkan tuntutan serupa juga disuarakan pada 20 Oktober 2026.

Dalam penjelasan penyusunan tuntutan, BEM UI memaparkan alasan dibalik rumusan lima agenda tersebut.

Melalui pertimbangan, kajian dan diskusi yang mendalam, lahirlah Lima Perintah Rakyat, yaitu lima tuntutan dari lima sektor berbeda yang paling penting dan mendesak untuk diselesaikan, tulis BEM UI.

Tuntutan pertama meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional bagi kebakaran hutan dan lahan serta bencana lainnya, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, dan menuntaskan keterpaduan pengelolaan lahan. Kedua, mahasiswa mengimbau agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diutamakan untuk masyarakat dan tidak disia-siakan untuk kepentingan politik melalui program seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tuntutan ketiga berfokus pada pengurangan biaya pendidikan, pemerataan layanan dasar, termasuk akses terhadap air minum perpipaan dan ketersediaan dokter di puskesmas, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Keempat, mahasiswa meminta diakhirinya penyalahgunaan hukum dan kekuasaan serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Tuntutan kelima mencakup pemulihan kebebasan berekspresi, penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia, dan diakhirinya militerisasi ruang sipil. Pada materi aksi, mahasiswa menyebutkan tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang tertabrak kendaraan Brimob saat demo dan pelemparan cairan asam ke Andrie Yunus hingga menyebabkan kebutaan.

Pesan terkait tuntutan akuntabilitas pemerintah juga disampaikan BEM UI melalui postingan terkait aksi tersebut.

“Di bawah pancaran semangat Sumpah Pemuda, langkah-langkah perjuangan akan kembali memenuhi jalanan demi menjaga api kedaulatan yang tidak boleh padam. Kami menuntut janji-janji politik dan amanat konstitusi yang harus dipenuhi demi keadilan. Karena Indonesia adalah milik seluruh rakyatnya. Pertahankan atau pergi!” tulis BEM UI.

Sementara itu, polisi menyatakan pendekatan dialogis dan humanis merupakan bagian dari pengamanan untuk menjaga ketertiban, memberikan ruang penyampaian aspirasi, dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Personel gabungan disiagakan di Dukuh Atas, termasuk polisi wanita yang membentangkan spanduk berisi imbauan kepada peserta aksi.

Spanduk yang dibawa seorang polisi wanita menyambut peserta demonstrasi dengan pesan sebagai berikut.

“Selamat datang para pejuang aspirasi. Sampaikan pendapat secara tertib. Kami siap melayani,” demikian tulisan di spanduk polisi.

Diberitakan ANTARA, arus kendaraan di depan Gedung UOB menuju Bundaran HI ditutup total, sedangkan lalu lintas dari Bundaran HI menuju Semanggi tetap normal. Petugas terus memantau kondisi jalan dan menyiapkan penyesuaian peraturan lalu lintas jika jumlah peserta bertambah atau kerumunan bergerak menuju Bundaran HI.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BMKG: Hujan di Jatim Dua Hari Terakhir Akibat Modifikasi Cuaca, Bukan Musim Hujan – magzurani.com
Viral Biaya Hidup di Indonesia vs Korea Selatan, Ini Fakta Menurut Ekonom
Hujan yang turun di sebagian wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh OMC
Dr Tifa Curiga Ada Skenario Ini di Balik Jaksa Tak Panggil Jokowi
Sinetron “Kesetiaian”, Persembahan Terbaru SCTV, Siap Menguras Air Mata dan Emosi Penonton – Panduan Acara
Jatim Diguyur Hujan, BMKG Tegaskan Musim Kemarau Belum Berakhir
BMKG memperkirakan Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada November 2026
BKN memberikan informasi perkembangan terkini penyusunan peraturan alih status PPPK, simak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:40 WIB

BMKG: Hujan di Jatim Dua Hari Terakhir Akibat Modifikasi Cuaca, Bukan Musim Hujan – magzurani.com

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Viral Biaya Hidup di Indonesia vs Korea Selatan, Ini Fakta Menurut Ekonom

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Hujan yang turun di sebagian wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh OMC

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Dr Tifa Curiga Ada Skenario Ini di Balik Jaksa Tak Panggil Jokowi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Sinetron “Kesetiaian”, Persembahan Terbaru SCTV, Siap Menguras Air Mata dan Emosi Penonton – Panduan Acara

Berita Terbaru