Situasi Gudang Garam (GGRM) Saat Ini

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, investor.id – MNC Sekuritas menilik kondisi riil saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). GGRM menguat 1,19% ke 16.950 pada Jumat (23/10/2026), didukung dominasi volume pembelian dan pergerakan harga di atas MA20.

“Kami perkirakan posisi GGRM berada pada bagian wave B dari wave (B),” tulis MNC Sekuritas dalam ulasannya, Senin (26/10/2026).

Broker sekuritas merekomendasikan perdagangan beli GGRM pada kisaran 16.850-16.925. Dengan target harga : 17.425, 17.850. Stoploss: di bawah 16.750.

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) justru terdorong angin saat pasar bergejolak akibat pengumuman MSCI terkait kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia.

IKLAN

Sejak 15 Oktober hingga 23 Oktober 2026, saham emiten rokok ini selalu mencatatkan aksi beli bersih alias net buy. pembelian bersih dari investor asing.

Termasuk pada 16 Oktober 2026 saat pasar ambruk 11,57% (indeks harga saham gabungan/IHSG), saham Gudang Garam disapu pembelian bersih investor asing Rp 24,37 miliar.

Saat itu, saham GGRM juga turun 12,07%.

Namun kini GGRM sedang naik daun. Sepanjang pekan ini, 19 – 23 Oktober, harga saham Gudang Garam naik 10,78% ke Rp 16.950 dengan angka pembelian bersih investor asing Rp 17,54 miliar.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi tersebut membeli Saham GGRM di harga wajar Rp 22.000.

Risiko utama saham GGRM, tulis Phintraco, adalah masih adanya penjualan rokok ilegal, melemahnya daya beli masyarakat, dan ketidakpastian cukai rokok.

Gudang Garam (GGRM) sendiri mencatatkan pemulihan profitabilitas yang signifikan pada semester I 2026, dari laba usaha menjadi laba bersih.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, laba kotor perseroan mencapai Rp5,99 triliun atau meningkat 58% pada semester I 2026, terutama didorong oleh penurunan beban pendapatan sebesar 13% menjadi Rp35,19 triliun. Penurunan ini terutama berasal dari biaya pita cukai, PPN, dan pajak rokok yang turun sebesar 14% sehingga mampu menopang ekspansi margin di tengah penurunan pendapatan.

Pada level operasional, laba usaha GGRM meningkat 659,6% menjadi Rp3,9 triliun per Juni 2026, seiring dengan penurunan beban usaha sebesar 33,9% dan peningkatan pendapatan lain-lain sebesar 28,5%. Peningkatan profitabilitas tersebut kemudian tercermin pada laba bersih yang tumbuh signifikan sebesar 2.440% menjadi Rp 2,98 triliun.

Namun secara triwulanan, pertumbuhan laba mulai menunjukkan normalisasi, laba bersih turun 6,5% pada triwulan II dari Rp 1,54 triliun pada triwulan sebelumnya, tulis Phintraco.

Sedangkan volume penjualan GGRM pada semester I-2026 mencapai 20,5 miliar batang, turun 13,6%, dimana mayoritas berasal dari segmen SKM HT sebesar 17,4 miliar batang atau 85,2% dari total produksi, sedangkan SKT & SKL mencapai 3 miliar batang dan SKM LT 0,09 miliar batang. Penurunan volume mendorong penurunan pendapatan penjualan sebesar 7,2%.

(tipe semat=stok)GGRM(/embed

Editor: Theresa Sandra Desfika



Menambahkan
Investor.id
sebagai pilihan

sumber di Google



+

Ikuti Saluran Telegram Resmi kami akan mengupdate artikel investor.id

Mengikuti

Baca berita lainnya di Google Berita

Baca Sekarang

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jaga Independensi, Menteri Haji Larang Pegawainya Jadi Pengurus KBIHU — Batam Hari Ini
Harga Emas Antam Naik Setelah Tiga Hari Stabilitas, Simak Daftar Harga Terbarunya
Jimly Asshiddiqie diminta memimpin tim sukses cucu Jokowi
Prabowo-Gibran Dua Tahun, Akademisi Soroti Capaian Program dan Komunikasi Publik
DPR Tekankan BPJS Kesehatan Tak Bisa Dihapuskan, Isu Pengganti Klinik KDMP Jadi Viral
Hari ke 82 Program MBG, Babinsa Koramil Sumbawa Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional DKI Jakarta Hari Ini Turun Jadi Rp 72,6 Ribu, Update 26 Oktober 2026
Basarnas dan Pemda Taliabu Perkuat Sinergitas Penanganan Darurat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jaga Independensi, Menteri Haji Larang Pegawainya Jadi Pengurus KBIHU — Batam Hari Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Harga Emas Antam Naik Setelah Tiga Hari Stabilitas, Simak Daftar Harga Terbarunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jimly Asshiddiqie diminta memimpin tim sukses cucu Jokowi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Prabowo-Gibran Dua Tahun, Akademisi Soroti Capaian Program dan Komunikasi Publik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:20 WIB

DPR Tekankan BPJS Kesehatan Tak Bisa Dihapuskan, Isu Pengganti Klinik KDMP Jadi Viral

Berita Terbaru

Headline

Jimly Asshiddiqie diminta memimpin tim sukses cucu Jokowi

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:00 WIB