395 Korban Jatuh, Kepala SPPG Kalijaga 5 Cirebon Dicopot Akibat Keracunan MBG Cirebon

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inforiaau – 24 Oktober 2026 | Kasus keracunan MBG Cirebon terus memanjang dan kini memasuki fase baru. Hingga Kamis (22/10/2026) sore, Dept Kesehatan Kota Cirebon mencatat jumlah korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 395 orang, melonjak 64 orang dari data hari sebelumnya sebanyak 331 orang. Ratusan korban yang terdiri dari siswa TK, SD, guru, dan pegawai Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menjalani perawatan intensif di 10 rumah sakit dan sejumlah puskesmas di Kota Cirebon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Siti Maria Listiawaty membenarkan lonjakan tersebut. Menurut dia, peningkatan tersebut terjadi karena masih banyaknya pasien yang datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Kamis sore, tercatat total 395 orang mengalami gejala dugaan keracunan. Meski jumlahnya meningkat, namun kedatangan pasien baru ke fasilitas kesehatan kini melambat dibandingkan hari pertama dan kedua setelah kejadian, ujarnya.

Ratusan korban dilaporkan mengalami gejala serupa, seperti pusing, mual, muntah bahkan diare, usai mengonsumsi menu sop telur puyuh yang disajikan SPPG Kalijaga 5. Kejadian inilah yang menyebabkan keracunan MBG Cirebon menjadi sorotan masyarakat dan memicu gelombang seruan agar program strategis nasional dievaluasi secara menyeluruh.

Dugaan Pelanggaran SOP dan Pemecatan Kepala SPPG

Kepala Dinas Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Cirebon Yulian Septa Pratama mengungkapkan, tim penyidik ​​Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menyisir lokasi, meninjau fasilitas SPPG, dan memanggil kepala SPPG yang bertanggung jawab. Dari pemeriksaan awal ditemukan dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya terkait mekanisme pembelian dan pengolahan bahan baku telur puyuh yang dimasak di luar wilayah resmi SPPG.

“Iya itu yang jadi temuan. Kepala SPPG mengaku membeli telur puyuh dari pihak di luar SPPG, yang mana semua bahan makanan harus diolah sesuai juknis dan diolah di dapur,” kata Yulian, Jumat (23/10/2026).

Akibat temuan tersebut, Kepala SPPG Kalijaga 5 resmi dicopot dari jabatannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Yulian memastikan sanksi masih menunggu. “Untuk saat ini yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatan Kepala SPPG. Namun masih akan ada tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan nanti,” tegasnya. Ia menambahkan, ancaman sanksi tegas tidak hanya berupa penghentian operasi. Jika dari penelusuran BGN terbukti terjadi kelalaian fatal, sanksi berat berupa penutupan total SPPG Kalijaga 5 hingga pemberhentian kepala SPPG siap dijatuhkan.

Saat ini fokus utama KPPG bersama Dinas Kesehatan adalah memastikan seluruh korban mendapat pelayanan medis maksimal hingga sembuh total. Segala biaya perawatan dan pengobatan pasien rawat inap dan rawat jalan dijamin sepenuhnya ditanggung oleh SPPG.

Mendesak Evaluasi dan Aksi Massal

Kasus keracunan MBG Cirebon juga memicu reaksi publik. Jumat (23/10/2026), massa yang menamakan dirinya penggagas parlemen bayangan bersama mahasiswa menggelar aksi di depan kantor Wali Kota dan Gedung DPRD Kota Cirebon. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG serta penyelidikan menyeluruh atas dugaan keracunan massal.

Penggagas parlemen bayangan sekaligus Ketua Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Cirebon Raya, Heru Subagia, langsung ikut mengerumuni. Ia menilai, kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai permasalahan teknis semata, melainkan harus menjadi momentum perbaikan sistem pelaksanaan MBG. Menurut dia, aspek keamanan pangan, pengolahan, distribusi, dan pengawasan terhadap penyedia pangan perlu dicermati secara menyeluruh. Jika ditemukan unsur pidana maka pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum tanpa diskriminasi.

Heru juga menyoroti respons pemerintah pusat. Baginya, kejadian di Kota Cirebon perlu mendapat perhatian serius mengingat MBG merupakan program strategis nasional yang memperhatikan kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya anak sekolah. Pemerintah pusat diminta menunjukkan langkah konkrit mulai dari memastikan penanganan korban, menyelidiki penyebab gangguan kesehatan, hingga mengevaluasi operasional SPPG agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Aksi massa berlangsung kondusif dan dijaga langsung Kapolres Cirebon Kota bersama ratusan personel. Bahkan para wakil rakyat yang ikut serta diperbolehkan masuk ke Gedung DPRD untuk melakukan audiensi dengan wakil rakyat.

Data Korban Keracunan MBG Cirebon

Informasi Data
Jumlah korban terbaru 395 orang
Data sebelumnya 331 orang
Tambahan 64 orang
Korban TK, Siswa SD, Guru, Pegawai SPPG
Lokasi pengobatan 10 rumah sakit dan sejumlah puskesmas
Menu tersebut diduga menjadi penyebabnya SPPG Kalijaga 5 sop telur puyuh

Hingga penyebab pasti dari gangguan kesehatan tersebut dapat dipastikan melalui pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan oleh pihak berwajib, hal tersebut masih patut dicurigai keracunan MBG Cirebon perlu disikapi secara hati-hati agar informasi yang berkembang tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang prematur. Pemerintah diharapkan bergerak cepat, transparan, dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat sebagai prioritas utama.

Dengan jumlah korban hampir mencapai 400 orang, kasus keracunan MBG Cirebon Hal ini menjadi peringatan serius bagi tata kelola program MBG secara nasional. Pencopotan pimpinan SPPG, investigasi BGN, dan seruan masyarakat untuk melakukan evaluasi menyeluruh menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekedar kejadian lokal, melainkan ujian kredibilitas sebuah program yang menyangkut kehidupan anak. Kini, masyarakat menunggu hasil investigasi menyeluruh, penegakan peraturan secara tegas, dan jaminan keamanan pangan di setiap piring MBG benar-benar terjamin.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Demo di DPRD Kalimantan Barat, mahasiswa mendesak penanganan karhutla dan mengusut dugaan pengeroyokan
Video Pria Diduga Berperilaku Tak Senonoh Viral di Instagram, Petugas Polsek Gunungputri turun mengecek lokasi
Prabowo Soroti Kekurangan MBG dan Minta Pelanggaran Ditindak Tegas
Bakar BUMN Bermasalah, Prabowo Pasang Target Sapu Bersih 700 Perusahaan yang Merugi di Akhir Tahun
Pansus Gibran Bisa Ubah Peta Kekuasaan, Parpol Koalisi Mulai Ambil Sikap?
Kunjungi BMKG, BPGMN Jajaki Integrasi Data untuk Dukung Pengelolaan Gambut dan Mangrove – Berita
UNIQLO Ajak Masyarakat Perbaiki Pakaian Favoritnya Agar Lebih Tahan Lama — Batam Today
Beda Ade & Lukas Soal Dampak Putusan MK Soal Gibran, Hensa Singgung Soal Prabowo atau Jokowi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:40 WIB

Demo di DPRD Kalimantan Barat, mahasiswa mendesak penanganan karhutla dan mengusut dugaan pengeroyokan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:40 WIB

395 Korban Jatuh, Kepala SPPG Kalijaga 5 Cirebon Dicopot Akibat Keracunan MBG Cirebon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Video Pria Diduga Berperilaku Tak Senonoh Viral di Instagram, Petugas Polsek Gunungputri turun mengecek lokasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Prabowo Soroti Kekurangan MBG dan Minta Pelanggaran Ditindak Tegas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:40 WIB

Bakar BUMN Bermasalah, Prabowo Pasang Target Sapu Bersih 700 Perusahaan yang Merugi di Akhir Tahun

Berita Terbaru