Video transformasi riasan pengantin menjadi perbincangan di media sosial setelah ditonton lebih dari 3 juta kali. Dalam rekaman tersebut terlihat perubahan penampilan seorang pengantin wanita setelah didandani oleh beberapa make-up artist, dengan warna kulit yang terlihat jauh lebih putih dari yang sebenarnya. Seperti dilansir Bored Panda, hasil riasan ini menuai kritik dan perdebatan terkait standar kecantikan dan diskriminasi berdasarkan warna atau colorism kulit.
Dalam video tersebut, awalnya kedua mempelai terlihat mengenakan pakaian dan perhiasan pernikahan tanpa riasan. Setelah proses riasan selesai, penampilannya berubah drastis dengan bulu mata lentik, eyeshadow berkilau, dan lipstik berwarna merah muda. Perbedaan warna kulit sebelum dan sesudah make-up menjadi salah satu sorotan utama netizen.
Ada yang mempertanyakan penggunaan alas bedak yang terlalu terang karena dianggap membuat warna wajah tidak sesuai dengan warna kulit alami pengantin.
Kritikus lainnya menyoroti hasil riasan yang dianggap berlebihan. Sejumlah netizen menilai riasan seharusnya menonjolkan kecantikan alami sang pengantin, bukan mengubah penampilannya secara drastis.
Perdebatan tersebut juga mengangkat isu colorism, yaitu perbedaan perlakuan terhadap seseorang berdasarkan warna kulit. Fenomena ini sudah lama menjadi permasalahan di sejumlah negara Asia Selatan, khususnya India, dimana kulit cerah sering dikaitkan dengan kecantikan, status sosial, dan peluang mencari pasangan. Berdasarkan penjelasan yang dihimpun dalam laporan Bored Panda, preferensi masyarakat berkulit terang di wilayah tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor sejarah dan sosial. Faktor-faktor tersebut antara lain sistem kasta, kolonialisme Eropa, dan pengaruh media populer yang membentuk persepsi masyarakat terhadap warna kulit.
Pada masa penjajahan Inggris, kulit putih semakin diasosiasikan dengan kekuasaan dan kedudukan sosial yang lebih tinggi. Namun pandangan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari kolonialisme karena sejumlah asumsi mengenai warna kulit dan status sosial telah berkembang sebelum bangsa Eropa datang. Perbedaan jenis pekerjaan dan jabatan di masyarakat juga diduga berkontribusi terhadap penilaian sosial berdasarkan warna kulit. Kondisi ini juga membentuk anggapan bahwa kulit yang lebih terang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan kulit yang lebih gelap.
Pengaruh standar warna kulit juga terlihat dalam proses mencari pasangan. Sebuah studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa kandidat berkulit terang menerima peringkat lebih tinggi dibandingkan kandidat berkulit gelap, meskipun profil mereka dibuat serupa. Industri hiburan dan produk kecantikan juga menjadi bagian dari perdebatan mengenai standar ini. Film-film Bollywood dan iklan produk pencerah kulit selama bertahun-tahun kerap menampilkan kulit cerah sebagai salah satu faktor yang terkait dengan kesuksesan dan daya tarik seseorang.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














