Demo Mahasiswa di Semarang Tuntut Kinerja Pemerintah Pusat

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah elemen murid dari aliansi BEM Perguruan Tinggi Se-Semarang Raya mengkritisi lambatnya respon terhadap karhutla yang terjadi selama ini.

Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).

Mereka membentangkan sejumlah spanduk kecaman bertuliskan ‘Kalau Kami Bakar Kamu Bakar Bersama Kami’, ‘Melemahkan PHK Perekonomian Melanda! Negara Kehilangan Fungsinya’, dan ‘Republik Bukan Milik Negara dan Rakyat Bukan Budak Kekuasaan’.

Tuntutan Mahasiswa

Lima tuntutan yang diajukan aliansi mahasiswa Semarang Raya antara lain mendesak pemerintah menstabilkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), mengembalikan fungsi pokok TNI dan Polri sesuai amanat reformasi, melakukan evaluasi komprehensif terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), memulihkan hak atas tanah dan wilayah yang terkena bencana atau konflik agraria, serta menegakkan hukum yang tegas terhadap praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Lira menyoroti lambatnya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan yang saat ini melanda sejumlah wilayah pegunungan di Jawa Tengah.

Ia mengkritisi skala prioritas kebijakan anggaran pemerintah pusat yang perlu dievaluasi kembali.

Melihat situasi saat ini, penderitaan masyarakat terdampak bencana belum mendapat penanganan maksimal. Kebijakan seperti MBG harusnya dievaluasi, dana bisa difokuskan dulu pada penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan yang mendesak, katanya.

Menurut anggota PMKRI Semarang, Ramanda Bima, ada sekitar 2.000 mahasiswa dari berbagai kampus besar, seperti Unnes, Undip, Universitas Semarang (USM), Polines, Unissula, dan UIN Walisongo yang berdemonstrasi selama 2 tahun pemerintahan Prabowo.

Ramanda menegaskan, konsolidasi aliansi mahasiswa memunculkan lima tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat agar bisa mewakili suara masyarakat secara nasional.

“Di sini kami tidak sekedar berbicara mengatasnamakan Semarang atau Jawa Tengah, tapi membawa aspirasi masyarakat Indonesia. Ada lima tuntutan utama hasil konsolidasi daerah hingga nasional, semuanya mendesak dan perlu segera ditindaklanjuti,” kata Ramanda.

Bagikan artikel ini

Bagikan dengan teman atau simpan tautannya.

Tautan disalin!


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp 3.923 Triliun
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Maluku Utara
Viral Riasan Pengantin Memicu Perdebatan tentang Standar Kecantikan
Polres Lamongan Sikat Knalpot Brong, 48 Sepeda Motor Dikandangkan
Rosan: Indonesia ‘Hentikan’ Investasi Hampir Rp4.000 Triliun dalam 2 Tahun Prabowo-Gibran
Hasil 8 Besar Prancis Terbuka 2026 & Pembaruan Daftar Semifinal Kualifikasi
Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 23 – 29 Oktober 2026: Sebaran Potensi Hujan Tidak Merata, Kondisi Kemarau dan Panas Masih Perlu Diwaspadai – Potensi Hujan Sepekan Depan
BMKG Catat Empat Gempa di Maluku hingga Papua Barat, Magnitudo 3,4–3,8 – Hanuang.com
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:40 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp 3.923 Triliun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:20 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Maluku Utara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:01 WIB

Viral Riasan Pengantin Memicu Perdebatan tentang Standar Kecantikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Demo Mahasiswa di Semarang Tuntut Kinerja Pemerintah Pusat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Rosan: Indonesia ‘Hentikan’ Investasi Hampir Rp4.000 Triliun dalam 2 Tahun Prabowo-Gibran

Berita Terbaru

Headline

Demo Mahasiswa di Semarang Tuntut Kinerja Pemerintah Pusat

Jumat, 23 Okt 2026 - 23:40 WIB