TANGERANG (Lentera) – Dinas Kesehatan Kota Tangsel (Dinkes Tangsel) menyatakan 176 warga kompleks perumahan “Serpong Lagoon”, Tangsel (Tangsel) mengalami keracunan air di “Serpong Lagoon” sejak pertengahan Oktober 2016.
Awalnya jumlah orang yang keracunan sebanyak 146 orang, namun terus bertambah hingga menjadi 176 orang. “Sampai kemarin jumlahnya 176 orang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel Fitria Oriza, Kamis (22/10/2026) RRI.
Penghuni kompleks perumahan tersebut keracunan akibat mengonsumsi air bersih yang disalurkan melalui jaringan pipa rumah tangga yang ada. Keracunan tersebut dipicu oleh adanya bakteri E-coli pada kandungan air bersih di jaringan pipa perumahan.
Fitria menjelaskan, penyebaran bakteri E.coli di Serpong Lagoon diketahui warga yang menjadi pelanggan air yang dikelola PT Arfa Putra Soegama. E.coli merupakan sekelompok bakteri yang hidup normal di usus manusia dan hewan untuk pencernaan. Jenis bakteri tertentu dapat menghasilkan racun dan menyebabkan infeksi serius melalui makanan dan minuman.
Keracunan ini menyebabkan warga Serpong Lagoon mengalami demam, mual, muntah, dan diare. Bahkan saat ini masih ada satu orang yang dirawat di rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kota Tangsel meminta warga Serpong Lagoon berhenti menggunakan air yang disalurkan pengembang perumahan. Penyedia air di kompleks perumahan Serpong Lagoon juga wajib melakukan pengolahan air bersih dan memeriksa baku mutu secara berkala.
Setelah terungkapnya kasus muntah massal, pihak penyedia air bersih kemudian memberikan bantuan penyediaan air minum kemasan bersih. Pemda, lanjut Fitria, juga telah mengirimkan tangki air bersih.
Redaktur: Lutfiyu Handi
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














