RRI.CO.ID, Singaraja – Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Kondisi cuaca yang sewaktu-waktu dapat berubah perlu menjadi perhatian terutama bagi warga dan wisatawan yang beraktivitas di sekitar pantai. Keamanan harus menjadi pertimbangan utama sebelum masyarakat memutuskan untuk melakukan aktivitas di kawasan pesisir.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan, masyarakat perlu mengenal lingkungan sekitar sebelum melakukan aktivitas di kawasan pantai. Pengakuan lingkungan hidup mencakup pemantauan kondisi sekitar dan memastikan keberadaan fasilitas keselamatan. Langkah sederhana ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi.
Donny meminta masyarakat memantau kondisi sekitar lokasi sebelum melakukan aktivitas. Keberadaan peralatan keselamatan dan kondisi lingkungan perlu dipastikan terlebih dahulu, terutama pada saat masyarakat melakukan aktivitas di kawasan pesisir. Menurutnya, pemahaman terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan.
Yang terpenting adalah mengetahui lingkungan tempat kegiatan dilakukan. Pantau atau lihat sekeliling pantai selama kegiatan berlangsung, untuk memastikan ada peralatan keselamatan, kata Donny Sabtu, 26 September 2026.
Selain memperhatikan kondisi lingkungan, masyarakat juga diminta menaati rambu keselamatan yang terdapat di sejumlah kawasan wisata pantai. Rambu larangan dan peringatan dibuat untuk memberikan informasi mengenai kawasan yang mempunyai potensi bahaya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan rambu-rambu keselamatan tersebut.
“Kalaupun ada beberapa tempat wisata di pesisir pantai yang terdapat rambu larangan, mohon dimaklumi agar tidak melakukan kegiatan tersebut,” ujarnya.
Donny juga mengingatkan masyarakat yang ingin mandi atau berenang agar tidak memilih lokasi pantai yang sepi. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di tempat yang terdapat orang lain di sekitar lokasi. Kehadiran warga atau pengunjung lainnya dapat membantu memberikan bantuan jika terjadi keadaan darurat.
“Kalau mandi atau berenang di pinggir pantai, jangan di tempat sepi. Minimal ada beberapa orang di sekitar, tujuannya agar saat darurat ada warga atau orang lain yang mengawasi atau membantu,” ujarnya.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika terjadi perubahan cuaca. Donny mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di pantai jika kondisi cuaca dirasa kurang mendukung. Keselamatan, menurutnya, harus diutamakan di atas kepentingan untuk tetap beraktivitas di wilayah pesisir.
“Kedepannya dari cuaca seperti ini, masyarakat jangan sekali-kali memaksakan aktivitas di pesisir pantai demi menjaga keselamatan kita,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau menggunakan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebagai pedoman sebelum melakukan aktivitas. Informasi ini dapat membantu masyarakat mengetahui perkembangan kondisi cuaca dan mempertimbangkan kegiatan yang akan dilakukan. Langkah antisipatif dinilai penting karena perubahan cuaca tidak selalu bisa diprediksi hanya dari kondisi yang terlihat secara langsung.
Donny kembali menekankan pentingnya mengenal lingkungan di setiap lokasi kegiatan, khususnya di kawasan pesisir. Kesadaran keselamatan tidak hanya diperlukan bagi warga sekitar, tetapi juga wisatawan dan masyarakat lainnya yang belum memahami potensi risiko di lingkungan pantai. Dengan kewaspadaan, kepatuhan terhadap rambu-rambu, dan pemantauan cuaca, diharapkan risiko kecelakaan di wilayah pesisir dapat diminimalisir.
“Kenali lingkungan di mana pun kegiatan akan dilakukan. Kenali lingkungan demi keselamatan diri sendiri,” ujarnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














