Video Konvoi Siswa Bawa Sajam Viral, Polisi Panggil 8 Siswa SMPN 1 Bandung

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi bersama pihak sekolah dan orang tua memberikan pembinaan kepada delapan siswa SMPN 1 Bandung, Kabupaten Serang, setelah video iring-iringan siswa membawa senjata tajam beredar di media sosial. (Foto: Istimewa)

SERANG, EKBISBANTEN.COM — Video sejumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor secara konvoi sambil membawa senjata tajam beredar di media sosial. Polisi langsung mendatangi SMPN 1 Bandung, Kabupaten Serang, untuk menindaklanjuti video tersebut.

Personil Polsek Pamarayan Polres Serang kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah. Delapan siswa yang diduga terlibat konvoi tersebut dipanggil bersama orang tua atau wali masing-masing.

Dari hasil klarifikasi, para mahasiswa mengaku ikut dalam konvoi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Pamarayan AKP Yusup Ependi mengatakan, polisi bersama pihak sekolah dan orang tua kemudian melakukan pembinaan terhadap para siswa tersebut.

“Kami sudah memberikan arahan dan penekanan kepada siswa untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Pengawasan pihak sekolah dan orang tua juga sangat penting,” kata Yusup, Jumat (25/9/2026).

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Perawatan Anak, Kepala Sekolah SMK Letris Indonesia

Selain pembinaan, kedelapan siswa tersebut bersama orangtuanya memberikan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Sekolah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan diri dengan tetap berada di bawah pengawasan.

Yusup mengatakan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya preventif agar siswa tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu keamanan atau membahayakan keselamatan.

“Kami ingatkan kepada pelajar agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan konvoi atau membawa benda yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi siswa, orang tua, dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan.

“Kami berharap anak-anak bisa tetap aktif dan belajar dengan baik, namun tidak melakukan aktivitas yang berisiko membahayakan diri sendiri atau orang lain,” tutupnya. ***

Editor: Rizal Fauzi

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pemkot Ambon Capai Target Pajak, Optimalkan Retribusi
Momen Gibran Minta Dokter Pribadinya Periksa Kaki Pengungsi yang Tertusuk Paku Saat Banjir Bandang di Solok
Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino jelang Final Piala ASEAN 2026
CARA Cepat Evakuasi Ratusan Korban Keracunan MBG Bersama TNI/Polri
Komisi V DPR RI Setujui Pagu Anggaran BMKG Tahun 2027 Untuk Mendukung Pelayanan MKG
Sinyal Perlawanan dari Solo, Gerakan Politik Jokowi Kini Terbaca Jelas: Saya Akan Berjuang – Beritaambang
Komisi II Dukung Ombudsman Perkuat Pengawasan Kasus Lapas Cibinong
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang vs Singapura
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 00:51 WIB

Pemkot Ambon Capai Target Pajak, Optimalkan Retribusi

Sabtu, 26 September 2026 - 00:34 WIB

Momen Gibran Minta Dokter Pribadinya Periksa Kaki Pengungsi yang Tertusuk Paku Saat Banjir Bandang di Solok

Sabtu, 26 September 2026 - 00:17 WIB

Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino jelang Final Piala ASEAN 2026

Jumat, 25 September 2026 - 23:51 WIB

CARA Cepat Evakuasi Ratusan Korban Keracunan MBG Bersama TNI/Polri

Jumat, 25 September 2026 - 23:34 WIB

Komisi V DPR RI Setujui Pagu Anggaran BMKG Tahun 2027 Untuk Mendukung Pelayanan MKG

Berita Terbaru

Headline

Pemkot Ambon Capai Target Pajak, Optimalkan Retribusi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 00:51 WIB