Polisi bersama pihak sekolah dan orang tua memberikan pembinaan kepada delapan siswa SMPN 1 Bandung, Kabupaten Serang, setelah video iring-iringan siswa membawa senjata tajam beredar di media sosial. (Foto: Istimewa)
SERANG, EKBISBANTEN.COM — Video sejumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor secara konvoi sambil membawa senjata tajam beredar di media sosial. Polisi langsung mendatangi SMPN 1 Bandung, Kabupaten Serang, untuk menindaklanjuti video tersebut.
Personil Polsek Pamarayan Polres Serang kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah. Delapan siswa yang diduga terlibat konvoi tersebut dipanggil bersama orang tua atau wali masing-masing.
Dari hasil klarifikasi, para mahasiswa mengaku ikut dalam konvoi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapolsek Pamarayan AKP Yusup Ependi mengatakan, polisi bersama pihak sekolah dan orang tua kemudian melakukan pembinaan terhadap para siswa tersebut.
“Kami sudah memberikan arahan dan penekanan kepada siswa untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Pengawasan pihak sekolah dan orang tua juga sangat penting,” kata Yusup, Jumat (25/9/2026).
BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Perawatan Anak, Kepala Sekolah SMK Letris Indonesia
Selain pembinaan, kedelapan siswa tersebut bersama orangtuanya memberikan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
Sekolah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan diri dengan tetap berada di bawah pengawasan.
Yusup mengatakan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya preventif agar siswa tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu keamanan atau membahayakan keselamatan.
“Kami ingatkan kepada pelajar agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan konvoi atau membawa benda yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi siswa, orang tua, dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan.
“Kami berharap anak-anak bisa tetap aktif dan belajar dengan baik, namun tidak melakukan aktivitas yang berisiko membahayakan diri sendiri atau orang lain,” tutupnya. ***
Editor: Rizal Fauzi
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














