Jokowi Kerahkan Anggota Keluarganya di Politik Indonesia: Gibran Tetap Anak Emasnya

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

Keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi bagian dari peta politik Indonesia. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang merupakan kedua anaknya kini menempuh jalur politik berbeda, namun keduanya memiliki posisi strategis.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menilai perbedaan jalur politik kedua tokoh tersebut tidak menjadi masalah. Gibran berada di kalangan eksekutif sebagai wakil presiden. Sedangkan Kaesang membangun pengaruh melalui partai politik.

Baca juga: Loyalis Gibran: Semua Bebas Adu Ijazah Mas Wakil Presiden, Tapi Denny Indrayana Tidak

Menurut Budi Arie, pembagian jabatan ini sebenarnya bisa menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Meski demikian, Gibran rupanya punya kedudukan khusus di hadapan Jokowi.

Gibran anak pertama, anak emas Pak Jokowi, kata Budi Arie, dikutip Selasa (22/9/2026).

Gibran kini dikenal menjadi salah satu tokoh utama di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan Kaesang berperan sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Budi Arie menilai perbedaan posisi yang diduduki kedua politisi muda tersebut tidak boleh dianggap sebagai konflik kepentingan. Sebaliknya, ia menilai keberadaan mereka di berbagai cabang kekuasaan justru memperkuat dinamika politik.

“Kalau yang satu di eksekutif, yang satu di legislatif, itu akan memperkuat demokrasi,” ujarnya.

Secara politis, posisi tersebut membuat keluarga mantan presiden masih memiliki keterwakilan di dua arena berbeda. Gibran menjabat sebagai wakil presiden di pemerintahan, sedangkan saudaranya memimpin partai politik yang sedang membangun eksistensinya.

Namun perkembangan tersebut tidak serta merta menentukan arah politik keluarga mantan presiden terkait pemilu presiden mendatang.

Budi Arie justru mengingatkan, peta politik menuju pesta demokrasi ke depan masih sangat cair. Banyak kemungkinan yang masih bisa berubah, termasuk soal posisi Gibran.

Baca juga: AHY atau Gibran, Pilihan Prabowo Akan Jadi Pedang Bermata Dua Bagi Gerindra

Politik itu seni kemungkinan. Kartunya masih diacak, belum terpecah-belah, kata Budi Arie.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Seven In One Mendorong Kepatuhan Warga Terhadap Pemutakhiran Data Kependudukan
171 Posyandu dan 47 UPKDK Perkuat Layanan Kesehatan Payakumbuh
Dokter Tifa Ungkap Ada Dua Jokowi: Satu Mulyono Jadi Presiden, Satu Joko Widodo Kuliah di UGM
Gugatan di Mahkamah Konstitusi: Prabowo diminta mencari 2 calon wakil presiden pengganti Gibran
Dedi Mulyadi Jangan Tergiur Bujukan Jokowi, Nanti Rugi Kalau Mau Maju Bareng Gibran di Pilpres 2029
Prabowo bilang Indonesia akan memproduksi bensin dari batu bara, hal ini yang disampaikan
Viral pencurian rumah kosong di Duri Kepa, polisi menyebut kerugian mencapai Rp 74 juta
DPR Setujui RUU Reforma Agraria Disahkan Menjadi UU
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:34 WIB

Seven In One Mendorong Kepatuhan Warga Terhadap Pemutakhiran Data Kependudukan

Selasa, 22 September 2026 - 15:17 WIB

171 Posyandu dan 47 UPKDK Perkuat Layanan Kesehatan Payakumbuh

Selasa, 22 September 2026 - 15:17 WIB

Dokter Tifa Ungkap Ada Dua Jokowi: Satu Mulyono Jadi Presiden, Satu Joko Widodo Kuliah di UGM

Selasa, 22 September 2026 - 14:34 WIB

Jokowi Kerahkan Anggota Keluarganya di Politik Indonesia: Gibran Tetap Anak Emasnya

Selasa, 22 September 2026 - 14:17 WIB

Gugatan di Mahkamah Konstitusi: Prabowo diminta mencari 2 calon wakil presiden pengganti Gibran

Berita Terbaru