Keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi bagian dari peta politik Indonesia. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang merupakan kedua anaknya kini menempuh jalur politik berbeda, namun keduanya memiliki posisi strategis.
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menilai perbedaan jalur politik kedua tokoh tersebut tidak menjadi masalah. Gibran berada di kalangan eksekutif sebagai wakil presiden. Sedangkan Kaesang membangun pengaruh melalui partai politik.
Baca juga: Loyalis Gibran: Semua Bebas Adu Ijazah Mas Wakil Presiden, Tapi Denny Indrayana Tidak
Menurut Budi Arie, pembagian jabatan ini sebenarnya bisa menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Meski demikian, Gibran rupanya punya kedudukan khusus di hadapan Jokowi.
Gibran anak pertama, anak emas Pak Jokowi, kata Budi Arie, dikutip Selasa (22/9/2026).
Gibran kini dikenal menjadi salah satu tokoh utama di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan Kaesang berperan sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Budi Arie menilai perbedaan posisi yang diduduki kedua politisi muda tersebut tidak boleh dianggap sebagai konflik kepentingan. Sebaliknya, ia menilai keberadaan mereka di berbagai cabang kekuasaan justru memperkuat dinamika politik.
“Kalau yang satu di eksekutif, yang satu di legislatif, itu akan memperkuat demokrasi,” ujarnya.
Secara politis, posisi tersebut membuat keluarga mantan presiden masih memiliki keterwakilan di dua arena berbeda. Gibran menjabat sebagai wakil presiden di pemerintahan, sedangkan saudaranya memimpin partai politik yang sedang membangun eksistensinya.
Namun perkembangan tersebut tidak serta merta menentukan arah politik keluarga mantan presiden terkait pemilu presiden mendatang.
Budi Arie justru mengingatkan, peta politik menuju pesta demokrasi ke depan masih sangat cair. Banyak kemungkinan yang masih bisa berubah, termasuk soal posisi Gibran.
Baca juga: AHY atau Gibran, Pilihan Prabowo Akan Jadi Pedang Bermata Dua Bagi Gerindra
Politik itu seni kemungkinan. Kartunya masih diacak, belum terpecah-belah, kata Budi Arie.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














