Penemuan Kasus TB di Payakumbuh Baru 25,9 Persen, Dinkes Perkuat Skrining

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TB) setelah capaian deteksi hingga Juli 2026 baru mencapai 25,9 persen, jauh di bawah target 55,4 persen.

Pemko memperkuat skrining kontak pasien melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 36 lokus pada Agustus-November 2026 dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas dan masyarakat.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Asisten I Nofriwandi mengatakan rendahnya penemuan kasus berisiko mempertahankan penularan TB karena pasien aktif belum ditemukan dan mendapat pengobatan.

“Penanggulangan TB tidak cukup hanya menemukan pasien. Kita harus memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh dan memeriksa orang yang memiliki kontak erat,” kata Nofriwandi saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Penemuan Kasus TB di Emersia Hotel Batusangkar, Rabu (12/08/2026) lalu.

Menurut dia, pelacakan kontak perlu menyasar keluarga pasien serta lingkungan sekolah, perkantoran, asrama dan komunitas. Camat, lurah dan Bhabinkamtibmas juga diminta membantu memastikan pasien disiplin menjalani pengobatan dan kontak erat mengikuti pemeriksaan.

“TB bisa disembuhkan dan pengobatannya diberikan gratis oleh pemerintah. Jangan ada pasien yang berhenti berobat dan jangan ada stigma yang membuat pasien enggan menjalani pengobatan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta turut mendukung penguatan penemuan dan penanggulangan TB melalui keterlibatan kader serta keluarga dalam pemeriksaan dini, pendampingan pasien dan pencegahan stigma.

“TP-PKK siap menggerakkan kader dan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan keluarga. Jangan takut memeriksakan diri dan mari dukung pasien TB agar berobat sampai sembuh,” kata Eni.

Ia mengajak kader PKK di 47 kelurahan berkolaborasi dengan puskesmas dan unsur masyarakat menyukseskan skrining TB melalui CKG.

“Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pengobatan diberikan. Mari bersama-sama memutus rantai penularan TB dan mendukung eliminasi TB di Kota Payakumbuh pada 2030,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yanti mengatakan rakor tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus, pelacakan kontak dan keberhasilan pengobatan TB.

“Skrining TB terintegrasi CKG berlangsung Agustus-November 2026 di 36 lokus. Dukungan camat, lurah, TP-PKK, Bhabinkamtibmas, puskesmas dan masyarakat sangat menentukan keberhasilannya,” kata Yanti di Payakumbuh, Jumat (14/08/2026).

Pemko Payakumbuh juga mengapresiasi pembentukan kelurahan siaga TB di 47 kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh sebagai upaya memperkuat pencegahan, penemuan dan pendampingan pasien.

Rakor tersebut menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Aklima, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vivi Leswary, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Fitria Nazmi, serta penyampaian praktek baik oleh kepala puskesmas lampasi Hasnelidawati.

“Salam TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis). Kita ingin seluruh unsur bergerak bersama agar rantai penularan TB terputus dan mencapai eliminasi TB di 2030 dapat kita wujudkan,” pungkasnya. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Dinas Kesehatan Payakumbuh

Berita Terkait

Basarnas Siapkan Kendaraan Khusus Operasi SAR
MA Batalkan Suket Gibran, Ferdinand: Karma Politik Jokowi Mulai Mendekat
HP Itel Terbaru Tawarkan Harga Terjangkau dengan Layar Melengkung dan Baterai Besar
Demonstrasi ‘Halloween’ Melumpuhkan Eropa: Kerumunan yang Penuh Kekerasan, Penjarahan Meluas
Basarnas Tandatangani MoU dengan Pertapindo dan BPBD Mimika, Perkuat Penanganan Darurat
MA nyatakan keberhasilan pemerataan SMA GIBRAN tidak sah, kuasa hukum WAPRES ungkapkan ijazah SD hingga S1 – Media Daulat Rakyat
Tanggapan Koalisi Prabowo terhadap Keputusan MA soal Ijazah Gibran, dari Gerindra hingga Demokrat
Demonstrasi Gen Z di Jerman berakhir ricuh, sejumlah polisi terluka

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:00 WIB

Basarnas Siapkan Kendaraan Khusus Operasi SAR

Senin, 2 November 2026 - 08:40 WIB

MA Batalkan Suket Gibran, Ferdinand: Karma Politik Jokowi Mulai Mendekat

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIB

HP Itel Terbaru Tawarkan Harga Terjangkau dengan Layar Melengkung dan Baterai Besar

Senin, 2 November 2026 - 07:40 WIB

Demonstrasi ‘Halloween’ Melumpuhkan Eropa: Kerumunan yang Penuh Kekerasan, Penjarahan Meluas

Senin, 2 November 2026 - 07:20 WIB

Basarnas Tandatangani MoU dengan Pertapindo dan BPBD Mimika, Perkuat Penanganan Darurat

Berita Terbaru

Headline

Basarnas Siapkan Kendaraan Khusus Operasi SAR

Senin, 2 Nov 2026 - 09:00 WIB