Payakumbuh — Di tengah meluasnya bencana banjir bandang, longsor, dan galodo yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat, Pemko Payakumbuh menjadi salah satu daerah yang paling aktif mengerahkan personel, logistik, hingga layanan kesehatan ke berbagai titik terdampak.
Dalam satu hari, gerakan bantuan Payakumbuh menjangkau Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, hingga Kabupaten Tanah Datar, dengan formasi tim yang bergerak secara terpisah namun terkoordinasi. Akses terputus, cuaca buruk, hingga medan ekstrem tidak menghalangi upaya penanganan di lapangan.
Gerakan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekda Rida Ananda, serta jajaran dinas terkait, yang kompak mempertegas sikap pemerintah, solidaritas tidak mengenal batas administratif.
Di Payakumbuh, Wali Kota Zulmaeta melepas 100 personel gabungan lengkap dengan tenaga kesehatan, Tagana, BPBD, Satpol PP–Damkar, pramuka, tim rescue, serta relawan siaga bencana.
“Ini tentang kemanusiaan. Kami telah menyalurkan logistik dan perugas beberapa hari lalu ke beberapa titik terdampak,” kata Wako Zulmaeta di Payakumbuh, Kamis (04/12/2025).
“Kita tidak bisa membiarkan saudara-saudara kita menghadapi musibah ini sendirian,” tukuknya.
Bersama mereka diberangkatkan logistik kebutuhan dasar: makanan siap saji, air mineral, sembako, popok bayi, perlengkapan kebersihan, hingga peralatan operasional petugas kesehatan.

Zulmaeta berpesan agar seluruh tim menjaga keselamatan selama bertugas.
“Kondisi di lapangan tidak selalu mudah. Tetap waspada dan jangan memaksakan diri,” ujarnya.
Di Kabupaten Agam, situasi memasuki kondisi paling krusial. Akses jalan banyak terputus, sejumlah nagari terisolasi, sementara ratusan warga belum ditemukan.
Rombongan Payakumbuh dipimpin Sekda Rida Ananda, yang menegaskan bahwa langkah ini bukan seremoni, tetapi bagian dari kerja nyata antarwilayah.
“Ini tentang bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak,” kata Rida di Rumah Dinas Bupati Agam.
Payakumbuh membawa bantuan dalam jumlah besar seperti beras, mi instan, telur, air mineral, dan puluhan item kebutuhan dasar lainnya.

Serta dua ambulans, tenaga kesehatan, serta relawan Tagana ikut dikerahkan dan siap ditempatkan di titik mana pun sesuai arahan Pemkab Agam.
Bupati Agam Benni Warlis, mengapresiasi upaya tersebut. “Respon Payakumbuh sangat berarti. Mereka menembus jalur darurat ketika akses utama terputus,” katanya.
Di Kecamatan Palembayan, Payakumbuh membuka dapur umum di Nagari Salareh Aia Utara. Operasi ini dilakukan bersama Pemprov Sumbar.
“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak tanpa menunggu waktu,” ujar Sekda Rida.
Dapur umum memproduksi ratusan porsi makanan per hari, menyasar warga yang masih mengungsi atau tidak bisa memasak karena dapur rumah hancur.
Di berbagai titik pengungsian kecil, warga mulai merasakan dampaknya. “Rumah saya tertimbun, tidak bisa memasak. Bantuan ini sangat membantu,” kata salah seorang warga.
Di lokasi terpisah, salah satu misi paling menantang terjadi di Subarang Aia, Palembayan, tempat 17 warga terisolasi total. Akses tertutup longsor dan lumpur.

Tim Tagana Payakumbuh bersama Dinsos Sumbar harus berjalan kaki 1,5 kilometer, melewati jalur berlumpur, tebing rapuh, dan menyeberangi sungai yang berubah arusnya akibat galodo.
Bantuan yang dibawa mencakup 2 paket family kit, 5 paket kitware, 5 paket makanan siap saji, 20 kasur, serta 1 tenda serbaguna.
Koordinator lapangan Eza mengatakan medan kali ini termasuk salah satu yang paling berat. “Kami harus menyeberangi sungai dengan logistik di tangan. Tapi warga menunggu, jadi tidak ada pilihan selain masuk,” katanya.
Setibanya di lokasi, tenda serbaguna langsung didirikan untuk balita, pra lansia, dan warga yang rumahnya tidak aman.
Lain hal di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tim medis Payakumbuh menjadi salah satu yang memberikan layanan kesehatan terpadu.
Tim ini dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh Yanti, bersama Direktur RSUD Adnaan WD, Elfitri Melly, dan PLT Kabid Pelayanan Promosi Sumber Daya Kesehatan, Juli Juwita.

Mereka menyasar tiga posko utama, Nagari Bayur Jorong Sungai Rangeh, Koto Kaciak – Koto Tinggi, serta Bancah Balok Maninjau.
Mereka membawa obat-obatan, layanan luka ringan, pemeriksaan penyakit kulit, penanganan infeksi pernapasan, hingga rujukan cepat bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman bergerak ke Koto Tinggi membawa logistik berupa mi instan, air mineral, beras, minyak goreng, dan kebutuhan lain.
“Kami tidak ingin menunda bantuan ketika tetangga kita dalam situasi krisis,” kata Zulmaeta.
Bupati Lima Puluh Kota Safni menyebut respon Payakumbuh sebagai bukti kuatnya solidaritas dua daerah.
“Ini sangat membantu kami di masa awal bencana,” ujarnya.
Dari pengiriman personel, dapur umum, layanan kesehatan, hingga misi tembus medan ekstrem, Payakumbuh memusatkan semua upaya pada percepatan penanganan.
Wali Kota Zulmaeta menegaskan pemerintah siap menambah personel dan bantuan jika kondisi memburuk.
“Keselamatan masyarakat adalah hal utama. Kami siap memperkuat kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita: Pemko Payakumbuh















Komentar