Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terulang kembali, Prabowo membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo bersama sejumlah akademisi terkait pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026. Foto/BPMI Setpres/Laily Rachev

POSSINDO.COM, Nasional – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk membentuk Badan Nasional Pengelolaan Gambut dan Mangrove (BPGMN) sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan lahan gambut sekaligus mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil diskusi Presiden Prabowo dengan sejumlah akademisi terkait pengelolaan lahan gambut dan potensi karhutla yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo mendengarkan langsung pandangan para ahli untuk mendapatkan pemahaman lebih komprehensif mengenai persoalan tersebut.

“Mendengar langsung para ahli merupakan langkah penting dalam memahami permasalahan dari berbagai sudut pandang,” kata Sekretaris Kabinet Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).

Dijelaskannya, BPGMN nantinya akan melibatkan ilmuwan dan profesional. Menurut Teddy, keterlibatan tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan, penelitian, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan pemantauan titik api sebagai bagian dari pengelolaan kawasan gambut yang lebih komprehensif.

“Selain pembentukan BPGMN, penguatan operasi darat juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Satgas Pertanahan akan dioptimalkan agar bisa merespon dan menangani kebakaran langsung di lokasi sehingga penanganan bisa dilakukan sedini mungkin,” jelasnya.

Teddy menjelaskan, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan penggunaan pompa air, termasuk pompa portable dan pompa dangkal.

Ia mengatakan, fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas penanganan kebakaran, khususnya di kawasan gambut yang memiliki karakteristik khusus dan memerlukan respon cepat di lapangan.

Seskab Teddy juga menekankan pentingnya pelibatan perangkat desa dan masyarakat sekitar melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Masyarakat yang paling dekat dengan kawasan gambut dinilai mempunyai peran penting dalam melakukan pencegahan dan memberikan respon awal yang cepat ketika terjadi kebakaran,” ujarnya.

Sumber: merdeka6.com


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gara-gara Mohamed Salah, batu ini mendadak viral
Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Basarnas: Kapal Terus Berubah Kemiringan
Dari Buah Merah, Deiyai ​​​​Tawarkan MBG Berbasis Pangan Lokal | Papuapos Nabire
Analis: Gibran bukan Jokowi, harusnya dia tahu sendiri
Cuaca Kepri Senin 28 September, BMKG: Potensi Hujan Turun di Batam hingga Anambas Hari Ini
Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini 28 September & Peringkat
Basarnas Ungkap 6 Bahaya yang Membuat Penyelam Tak Bisa Masuk Seluruh Bagian KM Virgo
Sidang Diploma Gibran, Tegakkan Konstitusi Jadi Kuncinya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34 WIB

Gara-gara Mohamed Salah, batu ini mendadak viral

Senin, 28 September 2026 - 09:17 WIB

Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Basarnas: Kapal Terus Berubah Kemiringan

Senin, 28 September 2026 - 08:51 WIB

Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terulang kembali, Prabowo membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Senin, 28 September 2026 - 08:34 WIB

Dari Buah Merah, Deiyai ​​​​Tawarkan MBG Berbasis Pangan Lokal | Papuapos Nabire

Senin, 28 September 2026 - 08:17 WIB

Analis: Gibran bukan Jokowi, harusnya dia tahu sendiri

Berita Terbaru

Headline

Gara-gara Mohamed Salah, batu ini mendadak viral

Senin, 28 Sep 2026 - 09:34 WIB

Headline

Analis: Gibran bukan Jokowi, harusnya dia tahu sendiri

Senin, 28 Sep 2026 - 08:17 WIB