Politisi PSI Bela Langkah Hukum Jokowi: Saat Jadi Presiden Tak Pernah Laporkan Siapapun

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menanggapi langkah hukum Joko Widodo terhadap Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Menurutnya, status Jokowi saat memberitakan keduanya perlu dibedakan dengan masa ia masih menjabat Presiden RI.

Dedy menilai Jokowi kini memiliki kedudukan yang sama dengan warga negara lainnya di hadapan hukum. Hal itu disampaikannya dalam keterangan yang dikutip dari akun X pribadinya, Senin (28/9/2026).

“Kalau laporan itu disampaikan oleh Jokowi, dia sudah bukan presiden lagi, jadi tolong bedakan juga,” kata Dedy.

Ia kemudian mengingatkan, selama menjabat Presiden, Jokowi disebut tidak pernah menggunakan jabatannya untuk melaporkan pihak-pihak yang mengkritik atau menyerangnya. Menurut Dedy, kebebasan merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

“Selama menjabat, Presiden Jokowi tidak pernah melaporkan siapa pun, karena ia menyadari demokrasi hanya akan berjalan jika ada kebebasan,” ujarnya.

Namun, menurut Dedy, keadaan berubah setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Dalam posisinya, Jokowi dinilai punya hak yang sama dengan warga negara lainnya untuk menempuh jalur hukum.

“Tapi, lain halnya ketika dia berhenti menjabat sebagai Presiden, dia adalah orang biasa yang mempunyai hak yang sama di hadapan hukum,” ujarnya.

Dedy juga menyinggung proses hukum yang tengah dihadapi Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait kasus dugaan keaslian ijazah Jokowi. Ia menilai keduanya harus menghadapi konsekuensi hukum atas kasus yang sedang berjalan.

Roy dan Tifa harus menanggung akibat hukum atas perbuatannya, ujarnya.

Menurut Dedy, langkah hukum yang diambil Jokowi tidak boleh dikaitkan langsung dengan kepentingan politik. Ia menilai persoalan ini perlu dilihat sebagai proses hukum antara pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Jokowi Pamer KTA PSI, Tembak Politisi PDIP: Yang Diminta Disembunyikan, Malah Dipamerkan

“Jokowi tidak pernah menyusahkan Roy dan Tifa, merekalah yang menyusahkan Jokowi dan keluarga,” tulis Dedy.

Oleh karena itu, Dedy meminta agar persoalan ini tidak dipolitisasi. “Itu pernyataan yang benar, jangan dipolitisasi,” tegasnya.

Saat ini, kasus yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifa sedang diproses di pengadilan. Dokter Tifa juga telah menjalani persidangan atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait dugaan keaslian ijazah Jokowi.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Menyatakan Permintaan Maaf, Wapres Pastikan Pasien Keracunan MBG Diobati
Syarat dan Tata Cara Menikah dengan Orang Asing di KUA Indonesia Terbaru 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar Terpilih Menjadi Presiden Pertama IAMI — Batam Hari Ini
Loyalis Jokowi: Dulu Butuh Gibran untuk Bikin Koalisi Utuh dan Menang, Kini Tertinggal Sendiri
Mendekati Dua Tahun Prabowo-Gibran: Sejauh Mana Masyarakat Merasakannya
Alasan Baru Tampilkan KTA PSI Diungkap Jokowi: “Saya Suka Dong!”
Laptop Infinix Terbaru 2026 Diluncurkan, Baterai Tipis dan Ringan Tahan Hingga 13 Jam
John Herdman: Laga Melawan Malaysia Dongkrak Performa Terbaik Garuda
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Menyatakan Permintaan Maaf, Wapres Pastikan Pasien Keracunan MBG Diobati

Senin, 28 September 2026 - 13:34 WIB

Politisi PSI Bela Langkah Hukum Jokowi: Saat Jadi Presiden Tak Pernah Laporkan Siapapun

Senin, 28 September 2026 - 13:17 WIB

Syarat dan Tata Cara Menikah dengan Orang Asing di KUA Indonesia Terbaru 2026

Senin, 28 September 2026 - 12:51 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar Terpilih Menjadi Presiden Pertama IAMI — Batam Hari Ini

Senin, 28 September 2026 - 12:34 WIB

Loyalis Jokowi: Dulu Butuh Gibran untuk Bikin Koalisi Utuh dan Menang, Kini Tertinggal Sendiri

Berita Terbaru