JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menegaskan, buruh akan melindungi pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pasalnya, Presiden sangat peduli dengan nasib buruh Indonesia.
“Kami tegaskan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang mayoritas buruh di Indonesia berjumlah 90 orang, akan mendukung dan mengawal Presiden Prabowo Subianto hingga tahun 2029. Itu pasti dari kami, komitmen kami, kami tidak ingin pemerintahan yang sah, konstitusi, diganggu di tengah jalan, demokrasi rusak seperti itu,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, rumor buruh yang ingin melawan Presiden Prabowo tidak benar dan hanya hoaks belaka. Karena Presiden Prabowo sangat peduli dengan nasib buruh, salah satu buktinya adalah Presiden pernah hadir di acara May Day bersama buruh di masa lalu.
“Kami (buruh) dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, Presiden yang datang di May Day hanya satu-satunya yang ada adalah Prabowo Subianto. Kami tegaskan berita itu hoaks, padahal kami turun besar, nyatanya hari ini damai, berbeda dengan berita-berita lain,” tuturnya.
iA menjelaskan, ribuan buruh yang menggelar aksi demonstrasi di UOB Plaza berasal dari Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Jawa Barat. Aksi ini dilakukan sebagai pengingat kepada pemerintah dan DPR terkait RUU Cipta Kerja yang berkeadilan bagi masyarakat, khususnya pekerja.
“Kami akan terus berjuang dan memastikan apa yang diusulkan dalam rancangan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia dapat diakomodasi oleh DPR. Kabar baik yang kami terima kemarin sore, DPR mulai mengubah beberapa pasal yang kami tolak, dan kami akan segera berkomunikasi dengan DPR dan pemerintah agar bisa kami tanggapi dengan serius,” ujarnya.
“Kami jamin, kalau DPR dan pemerintah tidak serius mengakomodir pasal-pasal krusial seperti pengupahan, seperti outsourcing, jaminan sosial, outsourcing, magang, kami jamin kami akan melakukan aksi besar-besaran secara nasional,” kata Andi.
Dia menjelaskan, para buruh memberi waktu hingga 30 September 2026 terkait aspirasi RUU Cipta Kerja. Jika tidak ada kemajuan, maka buruh akan kembali menggelar demonstrasi besar-besaran. Aspirasi yang disampaikan antara lain mengenai status hubungan kerja, perjanjian kerja dengan masa kontrak maksimal 1 tahun, permasalahan pembatasan outsourcing, dan permasalahan pemagangan hanya untuk pelajar dan mahasiswa.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














