JAKARTA-Industri halal di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk, layanan, dan gaya hidup halal.
Pertumbuhan tersebut terlihat di berbagai sektor, mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, skincare halal, travel muslim, pendidikan, keuangan syariah, hingga berkembangnya berbagai brand lokal dan UMKM halal yang semakin giat berinovasi dan memperluas jangkauan pasarnya.
Di tengah perkembangan tersebut, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mencari informasi, mengenal suatu merek, membangun kepercayaan, dan mengambil keputusan pembelian. Kehadiran digital yang kuat kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu merek.
Konsumen modern tidak hanya menilai kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, namun juga memperhatikan bagaimana suatu merek membangun kehadirannya, berinteraksi dengan audiensnya, mengelola reputasinya, dan menyampaikan pengalaman yang relevan melalui berbagai platform digital.
Bagi merek halal, ruang digital memiliki peran yang semakin strategis. Website resmi, media sosial, marketplace, publikasi media online dan berbagai saluran komunikasi digital telah menjadi sarana utama untuk membangun kesadaran, memperkuat kredibilitas, meningkatkan keterlibatan dan memperluas jangkauan pasar.
Aziz Fahmi, Pemimpin Redaksi Halal Today, mengatakan semakin kuat kehadiran digital, maka semakin besar peluang suatu merek untuk memperkuat positioningnya, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
“Era digital membuat brand harus mampu berakselerasi lebih cepat lagi agar positioningnya semakin kuat sehingga berdampak pada kepercayaan maksimal dari pasar,” ujarnya.
Lebih lanjut Aziz mengatakan, merek tidak hanya hadir menawarkan produk kepada konsumen, namun juga bertanggung jawab dalam membangun kepercayaan, memberikan informasi yang baik dan relevan, serta mampu mengkomunikasikan kebutuhan masyarakat.
Konsumen saat ini semakin aktif mencari informasi. Sebelum memilih suatu produk, mereka tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan kebutuhan, tetapi juga semakin memperhatikan informasi mengenai produk tersebut, nilai yang dibawa oleh suatu merek, dan sejauh mana mereka dapat mempercayai merek tersebut, ujarnya.
Apresiasi Merek Halal
Memasuki tahun 2026, perkembangan ekosistem halal digital di Indonesia semakin dinamis.
Persaingan antar merek semakin terbuka, perilaku konsumen semakin berorientasi digital, dan ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, komunikasi, dan kualitas interaksi digital terus meningkat.
Dalam kondisi seperti ini, brand yang mampu membangun Digital Presence yang kuat, menciptakan Public Engagement yang positif, menjalankan Aktivitas Media & PR secara konsisten, dan menunjukkan Marketplace Performance yang baik menjadi representasi nyata brand halal yang adaptif dan relevan dengan perkembangan era digital.
Lisa Noviani, Direktur Dinamic Marketing Research, menjelaskan objek penelitian penyelenggaraan IDHBA 2026 dalam beberapa tahapan. Dimulai dari Identifikasi yaitu mengamati merek-merek yang kinerjanya positif, kemudian observasi dengan memperhatikan eksistensi dan aktivitas digital, kemudian evaluasi berdasarkan data publik dan ditutup dengan tahap mengenali yaitu pengukuran sebagai landasan apresiasi.
Empat dimensi penting dalam kinerja penelitian yang mencakup penilaian meliputi: KEHADIRAN DIGITAL — 25%, KETERLIBATAN PUBLIK — 25%, MEDIA; AKTIVITAS PR — 25% dan KINERJA PASAR — 25%.
Atas dasar tersebut, Halal Today bersama Khazanah GNH Foundation menyelenggarakan Indonesia Digital Halal Brand Awards (IDHBA) 2026 dengan tema:
Memberdayakan Merek Halal di Era Digital
Sebagai program yang berbasis observasi dan riset digital, Indonesia Digital Halal Brand Awards 2026 tidak hanya bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada merek-merek yang menunjukkan kinerja positif di ruang digital, namun juga menjadi rujukan dan barometer bagi para pelaku industri, investor, komunitas, konsumen, dan masyarakat dalam melihat perkembangan merek halal di era digital modern.
Penghargaan ini juga merupakan bentuk pemetaan merek-merek halal yang menunjukkan kinerja digital yang luar biasa berdasarkan hasil observasi yang dilakukan melalui pendekatan Halal Digital Brand Observation and Research.
Sementara itu Prof.Dr.KH. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons) yang akrab disapa Gus Nadir selaku Pembina Khazanah GNH Foundation mengatakan, pengembangan ekosistem halal Indonesia merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan peran dan kolaborasi berbagai pihak. “Merek dan pelaku usaha mempunyai peranan yang sangat penting karena dekat dengan masyarakat dan konsumen,” kata Gus Nadir.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, kata dia, ruang digital juga semakin menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, penyediaan informasi, dan memperkuat kepercayaan.
Gus Nadir berharap apresiasi ini dapat memberikan energi positif bagi seluruh brand untuk terus berkembang dan berperan dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Dan diharapkan melalui kolaborasi antara brand, pelaku usaha, masyarakat, komunitas, media, institusi dan berbagai pihak lainnya, ekosistem halal Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, tutupnya.
Masing-masing merek yang memenangkan Indonesia Digital Halal Brand Awards 2026:
- Aqua untuk kategori AMDK
- SGM untuk kategori Susu Bubuk Anak
- Whincezz untuk kategori Keju
- Ranisa untuk kategori Ayam Goreng
- Teh Kotjok untuk kategori Tea Shop
- Gendes untuk kategori Feminine Hygiene
- Detoplus untuk kategori Herbal Wellness
- Kanemura untuk kategori Japanese Street Food. (fs)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














