Menteri Perdagangan Budi Santoso mengecek harga kebutuhan pokok di Sleman. Dokumentasi/Pemkab Sleman
Sleman: Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok atau pangan. Pernyataan tersebut dilontarkannya di tengah perbincangan netizen di media sosial terkait kenaikan harga sejumlah bahan makanan selama program MBG berjalan.
Jadi harga terus, produksi terus. Jadi bagus sekali, kata Budi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin, 21 September 2026.
Menurut Budi, keberadaan program MBG turut mendorong penyerapan sejumlah komoditas pangan. Kondisi ini dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan di pasar.
“Iya tidak (membuat harga bapok naik tinggi), semuanya masih di harga referensi ya,” ujarnya.
Budi mencontohkan komoditas telur yang saat ini disebut mengalami surplus sebesar 12 persen. Menurut dia, surplus tersebut bisa diserap melalui kebutuhan pangan untuk program MBG.
“Sekarang misalnya telur, telurnya surplus 12 persen. MBG bisa terserap dengan baik. Ya, sekarang menu-menu MBG juga bisa pakai telur, pakai ayam,” ujarnya.
Makanan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menilai penerapan MBG telah membantu menggerakkan ekosistem ekonomi pangan di berbagai daerah. Adanya program ini dinilai dapat menjaga kesinambungan antara pemasok dan kebutuhan komoditas pangan.
Budi mengatakan produksi pangan bisa terus berjalan asalkan ada penyerapan pasar. Menurut dia, kondisi ini menciptakan keseimbangan antara pasokan dari pemasok dan permintaan.
“Sebenarnya ada keseimbangan antara pemasok dan permintaan. Jadi bagus, seluruh ekosistem ekonomi berjalan. Ya, saat kita berproduksi, ada penyerapan,” ujarnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














