Viral Video Perkelahian Anak di Wirosari, Polisi Selidiki Kronologinya (ist)
GROBOGAN, BIDIKNATIONAL.com – Sebuah video yang menampilkan seorang anak terlibat perkelahian di saluran irigasi di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menyedot perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di saluran irigasi Dusun Beni. Video yang beredar sebelumnya disertai narasi dugaan penganiayaan terhadap anak.
Namun, hasil pemeriksaan awal polisi menunjukkan ada versi berbeda tentang latar belakang kejadian tersebut. Polisi mengatakan, kejadian tersebut diduga bermula dari salah paham saat bermain, yang kemudian berkembang menjadi saling sindir dan berakhir dengan perkelahian.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufik Frida Mustofa mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Wirosari pada Jumat (11/9/2026). Penanganannya kemudian dilakukan Unit Reskrim Polres Grobogan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Salah paham saat bermain, lalu saling sindir. Masih pelajar, usianya masih belasan tahun,” kata Taufik, Sabtu (19/9/2026). Penanganannya kemudian dilakukan Unit Reskrim Polres Grobogan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Penyidik kemudian memeriksa sejumlah pihak untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara keseluruhan. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap anak-anak yang terlibat langsung saja, namun juga terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi, termasuk anak yang merekam kejadian tersebut.
Polisi pun memastikan kondisi korban sudah diperiksa oleh petugas medis. Dari pemeriksaan awal, korban disebut mengalami luka ringan berupa lecet dan saat diperiksa kondisinya baik.
Dari hasil pemeriksaan tenaga medis atau dokter, kondisi korban saat ini dalam kondisi baik. Untuk memastikan kondisi kesehatan korban secara keseluruhan, kami juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, kata Taufik.
Karena pihak-pihak yang terlibat masih anak-anak, maka Unit PPA Polres Grobogan juga melibatkan sejumlah pihak terkait, antara lain Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan DP3AKB Kabupaten Grobogan.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses penanganan perkara tetap sesuai dengan ketentuan khusus dalam sistem peradilan pidana anak.
Di sisi lain, polisi masih mendalami motif dan rangkaian kejadian sebelum perkelahian terjadi. Polisi juga telah menahan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Taufik mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan klip video yang beredar di media sosial. Menurut dia, kronologi lengkapnya perlu dilihat berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan para pihak.
Polisi juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anaknya, baik saat bermain maupun saat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Bagi para orang tua agar menjaga dan mengawasi anaknya saat bermain atau bersosialisasi agar tidak terpengaruh untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain atau sesama rekannya,” tutupnya.
Laporan: Heru Budianto
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














