Payakumbuh — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, mengingatkan pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an saat menghadiri Wisuda Tahfidz 341 siswa MTsN 1 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2025/2026 di aula madrasah tersebut, Rabu (13/05/2026).
“Wisuda ini bukan akhir perjalanan kalian, melainkan awal. Perjuangan sesungguhnya adalah menjaga hafalan atau murajaah agar tetap melekat dalam ingatan dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mustafa di hadapan ratusan siswa dan orang tua.
Ia meminta para wisudawan tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurut dia, para penghafal Al-Qur’an harus mampu menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Janganlah putus asa untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi. Jadilah generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Kegiatan wisuda tahfidz itu menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan madrasah.
Program tahfidz yang dijalankan MTsN 1 Payakumbuh dinilai sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam membentuk generasi muda yang unggul secara akademik dan dekat dengan Al-Qur’an.
Mustafa hadir didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sumbar, Ny. Nursofia Mustafa. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Hendri Yazid beserta jajaran, kepala madrasah se-Kota Payakumbuh, serta para orang tua siswa.
Kepala MTsN 1 Payakumbuh, Ermita bersama jajaran guru menyambut langsung rombongan tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Mustafa juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini membimbing siswa menghafal Al-Qur’an.
Ia menilai proses membentuk hafidz dan hafidzah membutuhkan kesabaran serta pendampingan yang konsisten dari para pendidik.
“Terima kasih atas dedikasi dan kesabaran Bapak dan Ibu guru dalam membimbing siswa hingga mampu menghafal Al-Qur’an. Dedikasi itu menjadi investasi akhirat yang tidak terputus,” katanya.
Ia turut mengapresiasi dukungan para orang tua yang terus mendampingi anak-anak mereka selama menjalani proses tahfidz.
Menurut dia, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam melahirkan generasi Qur’ani di lingkungan madrasah.
Selain prosesi wisuda tahfidz, MTsN 1 Payakumbuh juga meluncurkan IT Board dan media pembelajaran Pijar E-Disiplin Siswa.
Madrasah tersebut terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan penguatan pendidikan agama sebagai fondasi utama.
“Pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai agama agar madrasah mampu melahirkan generasi yang adaptif sekaligus berkarakter,” pungkasnya. (F)
Penulis : Firdaus Katik Batuah
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita: MTsN 1 Payakumbuh














