Diversifikasi Usaha, Holding Perkebunan Nusantara Optimalkan Kebun Karet Tak Produktif Jadi Agrowisata Edukatif

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3 terus mendorong diversifikasi usaha dengan mengoptimalkan aset-aset nonproduktif menjadi unit bisnis baru. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui transformasi kebun karet di Karanganyar, Jawa Tengah, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata edukatif bernama Agrowisata Kampoeng Karet.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Damas, menyatakan bahwa Kampoeng Karet merupakan contoh nyata implementasi mandat pemegang saham untuk mengelola rupa-rupa komoditas dan rupa-rupa usaha.

“PTPN I menjadi penerima mandat sebagai Supporting Co, yakni diserahi untuk mengelola dan mengoptimalkan rupa-rupa komoditas dan usaha di luar gula dan sawit. Di situ ada karet, kakao, kopi, tembakau, dan lainnya. Aset lainnya banyak di bidang hospitality, termasuk rumah sakit dan tempat wisata. Nah, Agrowisata Kampoeng Karet ini adalah salah satunya. Kami terus mendorong dan mendukung unit kerja untuk membuka peluang optimalisasi aset seperti di Kampoeng Karet ini,” ujar Teddy di Jakarta, Rabu (1/10/2025)

Agrowisata Kampoeng Karet berlokasi di Desa Puntuk Rejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu dengan udara sejuk dan panorama pegunungan ini dulunya merupakan kebun karet yang sudah tidak produktif. Dengan jarak hanya sekitar 20 kilometer dari Kota Karanganyar, lokasi ini dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi objek wisata edukasi.

Manajer Agrowisata Kampoeng Karet, M. Ibrohim Fajjri, didampingi Penyelia Sistem Manajemen, Herry Sulistyo, menjelaskan bahwa sebelum bertransformasi menjadi kawasan wisata, pihaknya telah melakukan kajian menyeluruh terkait keberlanjutan usaha dan potensi kunjungan. “Dulu ini kebun karet, tetapi sudah tidak produktif. Setelah kajian komprehensif, diputuskan untuk dibuat agrowisata. Syukur, sekarang sudah berjalan dan terus kami lakukan inovasi dari semua lini, baik fasilitas, wahana, layanan, maupun akomodasi,” jelas Ibrohim.

Beragam wahana telah tersedia, mulai dari outbound, camping ground, hingga kegiatan mass gathering. Fasilitas lainnya meliputi flying fox, river tubing, jeep adventure, trampolin, scooter, berkuda, istana kelinci, terapi ikan, kolam renang anak, hingga kafe dan restoran. Pengunjung juga dapat menikmati akses jaringan seluler dan WiFi yang memadai.

“Banyak permainan menantang yang akan menguji nyali dan adrenalin. Kami siap melayani rombongan atau perorangan, baik untuk kegiatan keluarga, sekolah, maupun perusahaan,” tambah Ibrohim.

Daya tarik lain adalah harga tiket masuk yang sangat terjangkau. Pada akhir pekan, tiket masuk hanya Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp7 ribu untuk anak-anak. Sementara pada hari kerja, tiket lebih murah, yakni Rp7 ribu untuk dewasa dan Rp6 ribu untuk anak-anak.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Agrowisata Kampoeng Karet diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat sekitar Karanganyar.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Mendag Sebut MBG Bantu Serap Komoditas Pangan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:17 WIB