Wagub Dimyati khawatir pelajar tidak mendapatkan makanan dalam Skema Prasmanan MBG

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengingatkan, penerapan skema prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh menimbulkan kendala dalam pendistribusian makanan kepada siswa.

Ia menyoroti mekanisme pengambilan makanan yang harus diatur dengan matang agar seluruh siswa mendapatkan jatah sesuai kebutuhannya.

Dimyati mengatakan, ada beberapa pilihan mekanisme penerapan MBG prasmanan. Siswa dapat mengambil makanannya sendiri atau dilayani oleh petugas yang bertugas menyajikan makanan.

Namun kedua mekanisme ini mempunyai konsekuensi yang berbeda. Jika siswa mengambil makanan secara mandiri, perlu ada pengaturan agar semua siswa mendapat bagian. Sedangkan jika dilayani oleh petugas, pihak sekolah harus menyiapkan tempat dan menghadirkan staf.

“Kalau ambil sendiri, takutnya ada yang tidak dapat bagian. Tapi sistem restoran Padang berarti harus ada tempatnya, harus ada outletnya, harus ada yang menyajikannya,” ujarnya.

Menurut Dimyati, mekanisme pembagian pangan juga harus disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Pemerintah perlu mempertimbangkan apakah makanan akan disajikan di satu tempat atau dibagikan langsung ke setiap kelas.

Penataan ini dinilai penting agar pelaksanaan MBG prasmanan tidak mengganggu kelancaran distribusi makanan. Dengan begitu, seluruh siswa sebagai penerima manfaat dapat menerima jatah pangan secara merata.

Meski mewaspadai potensi kendala dalam pendistribusian makanan, Dimyati menilai skema prasmanan memiliki sejumlah keuntungan. Menurutnya, sistem ini memungkinkan makanan disajikan dalam kondisi lebih segar dan higienis.

“Tapi intinya ini ide cemerlang, buffetnya lebih segar, higienis, jernih, enak,” ujarnya.

Dimyati berharap berbagai aspek teknisnya bisa diperjelas sebelum skema prasmanan diterapkan secara luas. Dengan persiapan yang matang, perubahan cara penyajian MBG diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa tanpa menimbulkan kendala dalam pemerataan makanan.

Redaktur: Aas Arbi

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Virus! Konsumen Mengklaim Emas 24 Karat Miliknya Hanya Dinilai 16 Karat Saat Dijual ke JEI
Viral Warga Sikka NTT Konsumsi Hiu Paus yang Dilindungi: Okezone News
Temui Prabowo di Hambalang, 250 Anggota Kadin Berkomitmen Dorong Industri Masa Depan
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Senin 2 November 2026: Waspadai Hujan Sore
Wakil Bupati Ungkap Tantangan Pengelolaan Sampah Berau, Dorong Pengolahan Bernilai Ekonomi
Harga BBM terkini 1 November 2026 di seluruh SPBU
Rudy Saladin: Jejak Kepemimpinan, Teladan dan Persahabatan
Update Harga iPhone di iBox 1 November 2026: Seri 15 dan 16 Naik, 18 Pro Turun
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:00 WIB

Virus! Konsumen Mengklaim Emas 24 Karat Miliknya Hanya Dinilai 16 Karat Saat Dijual ke JEI

Minggu, 1 November 2026 - 12:40 WIB

Viral Warga Sikka NTT Konsumsi Hiu Paus yang Dilindungi: Okezone News

Minggu, 1 November 2026 - 12:20 WIB

Temui Prabowo di Hambalang, 250 Anggota Kadin Berkomitmen Dorong Industri Masa Depan

Minggu, 1 November 2026 - 12:00 WIB

Wagub Dimyati khawatir pelajar tidak mendapatkan makanan dalam Skema Prasmanan MBG

Minggu, 1 November 2026 - 11:40 WIB

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Senin 2 November 2026: Waspadai Hujan Sore

Berita Terbaru