Stasiun KCIC Karawang Dibuka, Permintaan Pembelian Proyek Properti Parkland Podomoro Meningkat Drastis

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG BARAT – Parkland Podomoro Karawang menggelar talkshow dengan tema ‘Dampak Ekonomi dan Pembangunan Pasca Operasional Stasiun Kereta Cepat Whoosh Karawang’ di Galery Marketing Grand Taruma Karawang, pada Kamis, 16 Januari 2025.

Adanya hunian komersial di Karawang seperti Parkland Podomoro Karawang dengan jarak hanya 15 menit dari stasiun kereta cepat, akan menjadi habbit sasaran untuk tinggal di Karawang.

Peresmian TOD (Transit Oriented Development) Stasiun Whoosh sejak 24 Desember lalu memiliki dampak terhadap properti jika ditinjau dari sisi peningkatan median harga sebesar 13,9 persen dari kuartal 3 ke kuartal 4. Dan menjadikan Karawang titik central Jakarta dan Bandung, kata Wasudewan, CEO Rumah 123.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Karawang, Inne, Juga turut menyampaikan kawasan TOD akan menghasilkan multiflier effect bagi masyarakat petani, industri, perdagangan dan jasa. Dengan detail tata ruang sesuai arahan pemerintah pusat.

“Sekarang 70 persen masyarakat industri menggunakan kereta cepat Indonesia-China,” ujarnya.

General Manager Property dan Non-Farebox Business Development KCIC, Devin Pranata menyebutkan, kedepan dengan adanya whoosh akan menumbuh kembangkan ekonomi baru di kawasan Karawang tidak terkecuali industri Properti.

Dengan proyek infrastruktur KCIC dibangun oleh pemerintah maka pengembangan kawasan akan menjadi income baru, sehingga pengembang bisa mengeksplore kaitan dengan penumpang kereta yang ada.

“Beda harga tanah di Jakarta dan Bandung akan menjadi alternatif baru sehingga dengan ini, investor harus memanfaatkan lokasi dengan perjalanan 15 menit Jakarta-Karawang,” katanya.

Ia juga mengatakan, dengan empat akses tujuan stasiun KCIC yang menuju kawasan kota dan area yang dituju ke arah barat, timur dan ke utara dengan akses tol. Sehigga akan menghubungkan penumpang ke industri area dan destinasi wisata dengan waktu tempuh kurang dari 10 menit, dari stasiun dengan taxi atau shutle bus.

Adapun, CEO rumah 123 menyebut dari 3 daerah yang dilalui whoosh lebih dulu, diantaranya: stasiun Halim, Padalarang, Tegal luar naik dua kali lipat sekira 2,1 – 2,4% secara permintaan.

“Dengan pembangunan Agung Podomoro Land seluas 130 hektare, seketika harga tanah di Karawang akan lebih tinggi dari Jakarta,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, pengeluaran konsumen terbesar adalah transportasi, dengan adanya whoosh merupakan sarana transportasi yang memadai dan memberikan dampak penjualan properti yang meningkat di Karawang.

Tedi Guswana, Regional Marketing Director Agung Podomoro Land melalui sambungan telpon menyebut saat ini Parkland Podomoro mengalami lonjakan pembelian.

“Sejauh ini ada beberapa alasan proyek Parkland mengalami peningkatan pasca operasional Whoosh Karawang. Pertama, lokasi yang relatif dekat dengan perjalanan 15 menit, kedua belum ada developer skala nasional yang berada dalam radius dekat dengan skala lebih dari 100 hektare, ketiga rencana kemudahan akses yang kami sediakan di proyek kami menuju stasiun KCIC” Kata Tedi.

Dengan begitu, Pemkab Karawang  masih mengkaji kaitan Konektifitas mode transportasi terintegrasi TOD dan ini masih jadi PR bersama termasuk menggandeng pihak swasta.

“Kami memang sedang mengkaji dan telah melakukan survei bersama bahkan dengan pemprov ke lokasi Parkland Podomoro dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada hasil kajian” kata Inne.

Sehingga, Shutle sebagai akses masuk Karawang dan Podomoro siap jadi kawasan shutle. Pemda pun akan mempercepat akses itu.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga
Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang
Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Berita Terbaru

Headline

Pak Anies dan Mas Ganjar Jangan Tunggu Tahun 2029

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:01 WIB

Headline

Virus! KHW Part 400 Nadia Omara Berjudul “HOME”

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:40 WIB