Pak Anies dan Mas Ganjar Jangan Tunggu Tahun 2029

- Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MIR ANIES DAN MAS GANJAR AYO MUNCUL JANGAN TUNGGU 2029

oleh M Rizal Fadillah
*) Pengamat Politik dan Nasional

Permasalahan bangsa saat ini mengharuskan para pemimpin untuk segera mundur, sekarang juga. Jangan hanya menunggu perubahan politik biasa pada pemilu 2029. Kalaupun ingin menuai nanti, tanamlah sekarang. Orang-orang gelisah, gelisah dan menderita banyak masalah. Banyak pensiunan perwira militer yang menyuarakan pendapatnya demi kebenaran dan keadilan. Risikonya tentu sudah diperhitungkan dan siap ditanggung. Dunia akademis mulai bergerak, meski belum terlalu maju.

Politisi menjadi harapan untuk menjadi garda terdepan, karena situasi politik saat ini sangat memprihatinkan. Pembacaan tiga polaritas kompetisi pemilu presiden lalu menggambarkan peta kemapanan, penyerahan diri, dan perlawanan. Polarisasi ini terjadi karena yang menang sebenarnya adalah yang kalah. Prabowo Gibran menang curang. Ganjar belum muncul sebagai lawan, begitu pula Anies Baswedan. Keduanya sebenarnya merupakan angka yang diharapkan.

Meski Prabowo Gibran terkesan gendut, nyatanya dia kurus dan lapar. MBG, Kopdes, minyak, nikel, dimakan habis-habisan. Apalagi mereka tega membakar hutan demi kepentingan bisnis kelapa sawit. Korupsi, kolusi dan nepotisme kembali merajalela. Hasil dari kecurangan adalah keserakahan. Gibran digugat, sedangkan Prabowo diusir dari jalan. Prabowo bukanlah seorang sosialis, melainkan antek borjuis dari kaum kapitalis. Jauh dari agama, dekat dengan sekuler.

Calon pemenang Pilpres adalah pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Meski pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD kalah, namun mereka tidak kalah. Yang pasti Jokowi licik merekayasa Prabowo-Gibran untuk menang. Semua orang mengetahui hal ini tetapi tidak berdaya. Kekuasaan telah terbukti mampu menipu.

Lucunya, Prabowo-Gibran merasa kemenangan mereka murni didukung rakyat. Perasaan itu jelas tidak mengenal dirinya sendiri, dia tahu saat duduk.

Benar saja, setelah dua tahun menjabat keduanya memang tak becus. Prabowo ngomong besar, Gibran tak bisa ngomong. Prabowo merasa besar, Gibran memang budak kecil. Sejuta permasalahan melekat sehingga hampir seluruh unsur pemakzulan menurut konstitusi dapat terpenuhi, antara lain pengkhianatan negara, korupsi, penyuapan, perbuatan tercela atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden/Wakil Presiden.

Mahasiswa berbagai perguruan tinggi beraksi pada 28 Oktober 2026 di Bundaran HI membentangkan spanduk “Prabowo Gibran Gagal Total, Kita Sakit 2 Tahun, 5 Tahun Cukup Mematikan”.

Para pemimpin yang kritis berteriak, begitu pula para aktivis dan mahasiswa. Sayang suara Anies Baswedan dan Ganjar kurang terdengar lantang. Tidak ada pengumuman, resolusi, pilihan, apalagi tindakan dengan semangat perlawanan yang muncul dari para mantan calon presiden tersebut. Jika dulu masyarakat merasa ditinggalkan oleh Prabowo yang mengungguli Jokowi, kini pendukung Anies dan Ganjar merasa kehilangan harapan terhadap pemimpinnya.

Masyarakat tidak merasa tergerak apalagi diperintah. Zona aman sepertinya bisa menjadi pilihan. Mungkin tunggu saja di akhir tahun dua ribu dua puluh sembilan.

Ayo Pak Anies dan Mas Ganjar segera tampil, bangun dan bergerak bersama masyarakat yang kini semakin terdesak. Berjuang keras bahu membahu untuk menegakkan keadilan dan melawan ketidakadilan. Satukan nafasmu dengan nafas penderitaan rakyat.

Pak Anies dan Mas Ganjar memiliki modal sosial dan politik untuk mampu memimpin bangsa saat ini dan masa depan. Jangan sia-siakan kepercayaan.

Saatnya bertindak, bukan menunggu. Takdir hari esok pasti datang, takdir hari ini, jangan lari kemana-mana. Kita usahakan saja, Tuhan Yang Maha Esa penentu segalanya. Cobalah sekarang, Tuhan akan menyediakan hari esok. Apakah itu kebahagiaan, kemenangan, kekayaan, kekuasaan, atau kemuliaan. Semua dalam ridho, rahmat dan perlindungan-Nya. Insya Allah.

Bandung, 29 Oktober 2026

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Waspadai Hujan Sangat Deras yang Turun di NKRI, Cek Peringatan Baru BMKG
2 Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada 8 Komoditas Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Virus! KHW Part 400 Nadia Omara Berjudul “HOME”
2 Tahun Prabowo–Gibran, Polbangtan Kementan Berperan Penting dalam Swasembada Pangan
Unjuk Rasa Sumpah Pemuda, Mahasiswa Desak Prabowo Perbaiki Kebijakan
Lima Tuntutan dalam Demo Indonesia Sadar di Hari Sumpah Pemuda
MacBook Pro 14 Inci Generasi Terbaru Hadir dengan Chip M6 Lebih Cepat
Jokowi Diminta Hadir di PN Jakarta Timur dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Waspadai Hujan Sangat Deras yang Turun di NKRI, Cek Peringatan Baru BMKG

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:20 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada 8 Komoditas Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Pak Anies dan Mas Ganjar Jangan Tunggu Tahun 2029

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Virus! KHW Part 400 Nadia Omara Berjudul “HOME”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

2 Tahun Prabowo–Gibran, Polbangtan Kementan Berperan Penting dalam Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Headline

Pak Anies dan Mas Ganjar Jangan Tunggu Tahun 2029

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:01 WIB

Headline

Virus! KHW Part 400 Nadia Omara Berjudul “HOME”

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:40 WIB