SMA Negeri 1 Payakumbuh perkuat sekolah ramah anak melalui pembekalan literasi digital oleh Diskominfo

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Upaya mewujudkan sekolah ramah anak di Kota Payakumbuh tidak hanya dilakukan melalui pembinaan di lingkungan sekolah, tetapi juga dengan membangun budaya digital yang sehat.

Langkah itu diwujudkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh melalui pembekalan literasi digital kepada ratusan peserta didik baru SMA Negeri 1 Payakumbuh dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/07/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh Kurniawan Syah Putra mengatakan pembekalan tersebut bertujuan membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Ia mengatakan kegiatan itu juga meningkatkan kesadaran siswa terhadap ancaman di ruang siber, seperti cyberbullying, hoaks, penipuan daring, dan penyalahgunaan data pribadi agar mereka mampu beraktivitas di ruang digital secara aman dan bijak.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan tempat melakukan perundungan. Saring sebelum sharing,” kata Kurniawan.

Ia menjelaskan internet menghadirkan dua sisi yang harus dipahami generasi muda. Di satu sisi, teknologi membuka peluang luas untuk mengakses ilmu pengetahuan, mencari beasiswa, mengembangkan bisnis, menyalurkan kreativitas, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar.

Namun di sisi lain, internet juga menyimpan berbagai ancaman yang dapat merugikan pengguna jika tidak dimanfaatkan secara bijak.

Menurut dia, pelajar harus mampu memilih pemanfaatan internet yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan diri dan menghindari aktivitas digital yang berdampak negatif terhadap masa depan.

“Teknologi adalah alat untuk berkembang. Yang menentukan manfaat atau mudaratnya adalah cara kita menggunakannya,” ujarnya.

Kurniawan juga mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital. Seluruh aktivitas di internet, mulai dari unggahan, komentar, hingga pesan yang dikirim, akan meninggalkan rekam jejak yang sulit dihapus dan dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, bahkan peluang pendidikan maupun karier pada masa mendatang.

Karena itu, ia mengimbau siswa membiasakan diri berpikir matang sebelum mengunggah konten di media sosial agar tidak menyesal di kemudian hari.

“Jejak digital tidak mudah hilang. Apa yang kita unggah hari ini bisa saja muncul kembali bertahun-tahun mendatang. Karena itu, pikirkan dampaknya sebelum memposting sesuatu,” katanya.

Selain membahas etika digital, Diskominfo juga mengajak peserta didik menerapkan pola penggunaan gawai yang sehat melalui pembatasan waktu layar (screen time), mematikan notifikasi saat belajar.

Kemudian tidak menggunakan gawai untuk bermain ketika jam pelajaran, serta menjaga keseimbangan dengan berolahraga, tidur yang cukup, dan memperbanyak interaksi langsung bersama keluarga maupun teman.

Ia menilai kebiasaan tersebut penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar di tengah tingginya penggunaan perangkat digital oleh kalangan remaja.

“Kita boleh menggunakan teknologi, tetapi jangan sampai teknologi mengendalikan kita. Pola hidup digital yang sehat akan melahirkan pikiran yang cerdas, tubuh yang sehat, dan pribadi yang lebih produktif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kurniawan juga mengingatkan siswa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang terus berkembang, mulai dari hoaks, deepfake, penipuan daring, pencurian data pribadi, cyberbullying, judi online, hingga sextortion.

Ia meminta pelajar selalu memverifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan tidak mudah tergiur berbagai tawaran mencurigakan di internet.

“Jempolmu adalah tanggung jawabmu. Gunakan media sosial untuk membangun prestasi, menyebarkan kebaikan, dan menjadi generasi digital yang cerdas, beretika, serta bertanggung jawab,” pungkasnya. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Pemko Payakumbuh

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul
Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja
DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:53 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul

Senin, 2 November 2026 - 21:31 WIB

Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Berita Terbaru