SERIBU Asa Gerakkan Tekan Stunting di Payakumbuh Selatan

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Payakumbuh Selatan Dewi Mulia bersama unsur terkait dalam kegiatan SERIBU Asa untuk anak stunting dan ibu hamil di Kelurahan Balai Panjang, Selasa (15/9/2026).

Camat Payakumbuh Selatan Dewi Mulia bersama unsur terkait dalam kegiatan SERIBU Asa untuk anak stunting dan ibu hamil di Kelurahan Balai Panjang, Selasa (15/9/2026).

Payakumbuh — Penanganan stunting di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, mulai diperkuat melalui gerakan berbasis gotong royong yang melibatkan pemerintah, penyuluh, masyarakat hingga donatur.

Gerakan bernama SERIBU Asa untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil itu menyasar keluarga yang memiliki anak stunting dan ibu hamil di Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Selasa (15/09/2026).

Camat Payakumbuh Selatan Dewi Mulia mengatakan SERIBU Asa merupakan inovasi kecamatan yang lahir dari kepedulian terhadap anak stunting dan ibu hamil sekaligus upaya memperkuat peran masyarakat dalam persoalan kesehatan keluarga.

“SERIBU Asa ini merupakan gerakan inovasi dari Kecamatan Payakumbuh Selatan. Sumber dananya berasal dari para donatur serta stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap anak stunting dan ibu hamil,” kata Dewi.

Menurut Dewi, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama karena persoalannya berkaitan dengan pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan di tingkat keluarga.

Karena itu, Kecamatan Payakumbuh Selatan menggandeng berbagai unsur dalam menjalankan SERIBU Asa. Dukungan tersebut datang dari kelurahan, penyuluh KB, Penyuluh Agama Islam, masyarakat, dan donatur.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian kita bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan stunting,” ujarnya.

Di Kelurahan Balai Panjang, kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Balai Panjang, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), serta Firdaus, Penyuluh Agama Islam KUA Payakumbuh Selatan.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam memberi warna tersendiri dalam gerakan tersebut. Pendekatan sosial dan keagamaan digunakan untuk memperkuat edukasi keluarga mengenai perhatian terhadap ibu hamil, kesehatan anak, serta pentingnya pemenuhan gizi.

Pendekatan itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemberian bantuan. Keluarga juga didorong memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan ibu selama kehamilan dan tumbuh kembang anak.

Dewi mengatakan keberlanjutan pendampingan menjadi salah satu hal penting dalam gerakan SERIBU Asa.

Dengan dukungan berbagai pihak, perhatian terhadap anak stunting dan ibu hamil diharapkan dapat berlangsung secara konsisten.

“Dengan kolaborasi ini, kita berharap pendampingan terhadap anak stunting dan ibu hamil dapat dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

SERIBU Asa sekaligus menunjukkan bahwa upaya menurunkan stunting dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Kecamatan, kelurahan, tenaga penyuluh, masyarakat dan donatur dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kepedulian bersama agar persoalan stunting tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab sosial masyarakat.

“Semangatnya adalah gotong royong. Kita bersama-sama memberikan perhatian kepada anak stunting dan ibu hamil agar mereka mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” pungkasnya. (red)

Penulis : Firdaus Katik Batuah

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Kecamatan Payakumbuh Selatan

Berita Terkait

Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ratusan Mahasiswa di Malang Gelar Aksi – AdaDiMalang.com
Ahmad Ali Ungkap Perjalanan Politiknya: Dulu Dukung Anies, Kini Bekerja di PSI
Viral Perempuan Tagihan Bantuan Banjir Tahap 3 dari Bupati Masinton: Kami Sudah Menunggu Setahun! – Kantongberita.com
Triumph Tiger 1200 Generasi Terbaru Resmi Diluncurkan, Simak Spesifikasinya
Basarnas Sulut Siagakan Tim SAR Respons Letusan Gunung Karangetang di Sitaro
BMKG Deteksi 485 Titik Panas di Kaltim, Termasuk di Kawasan IKN
(HOAKS) Presiden Prabowo Sebut Masyarakat Pasti Dimiskinkan
Kolaborasi Terbaru Radar Rindu, Man Osman dan BLAM!

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:20 WIB

Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ratusan Mahasiswa di Malang Gelar Aksi – AdaDiMalang.com

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Ahmad Ali Ungkap Perjalanan Politiknya: Dulu Dukung Anies, Kini Bekerja di PSI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Viral Perempuan Tagihan Bantuan Banjir Tahap 3 dari Bupati Masinton: Kami Sudah Menunggu Setahun! – Kantongberita.com

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Triumph Tiger 1200 Generasi Terbaru Resmi Diluncurkan, Simak Spesifikasinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Basarnas Sulut Siagakan Tim SAR Respons Letusan Gunung Karangetang di Sitaro

Berita Terbaru