Sabtu, 31 Oktober 2026 – 11:08 WIB
Wakil Ketua Harian PKB Gielbran Muhammad Noor. Foto: Sumber JPNN
jpnn.com – JAKARTA – Wakil Ketua Harian DPP PKB Gielbran Muhammad Noor menyoroti dugaan keterlibatan massa bayaran dalam aksi demonstrasi tandingan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta pada 29 Oktober 2026.
Dugaan ini muncul setelah beredar pengakuan salah satu peserta demonstrasi yang mengaku menerima uang sebagai imbalan karena ikut demonstrasi.
Gielbran menilai jika informasi tersebut benar, maka praktik tersebut dapat merugikan nilai-nilai demokrasi. Sebab seharusnya demonstrasi menjadi wadah menyuarakan aspirasi, bukan kegiatan yang berorientasi pada keuntungan materi.
“Kalau benar ada peserta yang datang karena mendapat imbalan uang, maka ini yang disebut The Real Mahasewa. Mereka beraksi bukan untuk menyampaikan aspirasi, tapi untuk mendapatkan uang,” kata Gielbran di Jakarta, Sabtu (31/10).
Dia menegaskan, PKB tidak pernah mempersoalkan hak masyarakat untuk menggelar aksi demonstrasi. Setiap warga negara mempunyai kebebasan menyampaikan kritik dan pendapat, termasuk melalui demonstrasi.
Namun Gielbran mengingatkan, kebebasan tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan pihak tertentu dengan mengaburkan pesan-pesan dari kelompok lain.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam demokrasi seharusnya diselesaikan melalui pertarungan ide, bukan pertarungan massa.
Gielbran juga menyinggung dugaan pemberian imbalan kepada peserta aksi balasan.
Gielbran Muhammad Noor menyoroti dugaan keterlibatan massa bayaran dalam aksi balasan di Bundaran HI, Jumat (29/10).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














