Riset MDDRH: Viralisasi Prestasi Prabowo-Gibran Tak Berhasil

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tirto.id – Kajian Monash Data & Democracy Research Hub (MDDRH) menunjukkan kampanye prestasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat respons negatif di X, Facebook, dan Instagram.

Riset MDDRH menunjukkan bahwa postingan yang mempromosikan keberhasilan pemerintah melalui hashtag secara bersamaan mendapat tanggapan berupa protes, ketidaksetujuan, dan skeptisisme masyarakat.

Co-Direktur MDDRH, Ika Idris, menilai respons tersebut menunjukkan bahwa strategi viralisasi tidak lagi efektif dalam membentuk persepsi masyarakat seperti sebelumnya.

Rekayasa persepsi masyarakat sudah tidak lagi seefektif pada pemerintahan sebelumnya atau pada masa kampanye pemilu presiden, karena masyarakat kini sudah merasakan dampak dari program dan kebijakan pemerintah. Ketika kesenjangan antara citra dan realitas sosial sangat lebar, apalagi hanya dengan membangun narasi melalui hashtag, maka publik akan melawan narasi tersebut, kata Ika dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Dalam penelusuran data hingga 20 Oktober 2026, MDDRH mencatat 87.938 unggahan dari lima platform media sosial. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi pola kampanye informasi dan respon masyarakat terhadap narasi capaian pemerintah.

“Postingan dengan hashtag yang sekaligus diunggah secara masif ditemukan pada periode-periode tertentu,” kata peneliti MDDRH, Nurul Amalia,.

MDDRH mencatat 4.063 unggahan pada 29 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi 6.667 unggahan pada 15–16 Oktober dan mencapai 5.200 unggahan pada 20 Oktober 2026.

Sampelnya didominasi TikTok dengan unggahan 54.448 atau 61,91 persen, disusul X dengan unggahan 32.426 atau 36,87 persen. Facebook publik mencatat 450 unggahan, YouTube 299 unggahan, dan Instagram publik 259 unggahan.

Jelang 20 Oktober 2026, tagar #2TahunGerakReal dan #GerakReal ramai beredar, terutama melalui akun media sosial kementerian dan lembaga negara. Postingan tersebut berisi grafis dan video yang mengklaim keberhasilan pemerintah dalam dua tahun terakhir.

MDDRH juga menemukan tagar #indonesiamaju, #indonesiahebat, dan #StillPrabowo beredar sejak Agustus 2026. Tagar tersebut membawa narasi dukungan terhadap kepemimpinan Prabowo serta promosi program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Selain itu, kami juga menemukan enam hashtag yaitu #indonesiabisa, #indonesiamaju, #indonesiahebat, #jagaindonesia, #GovernmentWorks, dan #kawalpolicy telah muncul pada 20 Agustus 2026,” tambah Nurul.

MDDRH menemukan narasi capaian pemerintah dari rekening kementerian dan lembaga negara yang terindikasi terkait orkestrasi melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) tidak diapresiasi di sebagian besar platform yang diteliti.

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan membenarkan surat yang meminta kementerian dan lembaga mempublikasikan capaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran secara serentak pada 12-20 Oktober 2026.

Di X, Facebook, dan Instagram, postingan terpopuler terkait masalah ini mendapat banyak tanggapan negatif. Kolom komentar dipenuhi protes, ketidaksetujuan, dan skeptisisme masyarakat terhadap prestasi pemerintah yang diusung.

Sementara temuan di TikTok menunjukkan pola berbeda. Kritik masyarakat pada sampel yang dianalisis sedikit atau tidak ada sama sekali, sedangkan kolom komentar pada postingan yang mendukung program presiden cenderung berisi dukungan.

Ika menilai perbedaan respons tersebut menunjukkan bahwa strategi viralisasi yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah tidak efektif lagi dalam memperbaiki citra pemerintah.

“Di era Presiden Jokowi, strategi viralisasi ini bisa membangkitkan kembali citra pemerintah di mata masyarakat. Namun di era pemerintahan Prabowo-Gibran, strategi tersebut menjadi ketinggalan jaman dan tidak bisa mengangkat citra pemerintah,” kata Ika.

Dalam analisisnya, MDDRH memantau

Data dari keempat platform dikumpulkan melalui Brandwatch, sedangkan data TikTok dikumpulkan menggunakan TikTok Research API. Untuk empat hashtag dengan volume tinggi yaitu #jagaindonesia, #indonesiamaju, #indonesiahebat, dan #indonesiabisa, MDDRH mengambil sampel harian.

tirto.id – Berita Kilat

Wartawan : Khizbulloh Huda
Penulis : Khizbulloh Huda
Redaktur: Fransiskus Adryanto Pratama


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Temui Nite Live Malam Ini Ulasan Perkembangan AI dan Masalah Terbaru
Pastikan Menu MBG Bergizi, SPPG Pleburan Libatkan Ahli Gizi dan Chef
‎Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, PMII Mamuju Demo di Simpang Lima Bawa 15 Tuntutan
DPR Ingatkan Usulan Luhut untuk Mendefinisikan Ulang Risiko Korupsi Melemahkan Astacita Prabowo
Basarnas Palu Ikuti Pelatihan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Sigi
Charli XCX Resmi Bergabung di Film Terbaru Martin Scorsese
Andovi da Lopez Puji Kejelian Anies Saat Menonton Ayah yang Paling Jujur
Perkuat Pasokan Pangan MBG, Pemkot Padang Gandeng Unand Petakan Potensi Pertanian – KlikPositif.com
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Temui Nite Live Malam Ini Ulasan Perkembangan AI dan Masalah Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Pastikan Menu MBG Bergizi, SPPG Pleburan Libatkan Ahli Gizi dan Chef

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Riset MDDRH: Viralisasi Prestasi Prabowo-Gibran Tak Berhasil

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:40 WIB

‎Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, PMII Mamuju Demo di Simpang Lima Bawa 15 Tuntutan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:20 WIB

DPR Ingatkan Usulan Luhut untuk Mendefinisikan Ulang Risiko Korupsi Melemahkan Astacita Prabowo

Berita Terbaru

Headline

Riset MDDRH: Viralisasi Prestasi Prabowo-Gibran Tak Berhasil

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB