Limapuluh Kota, Rubrikpos — Ratusan pesilat dari berbagai perguruan di Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota), serta dari sejumlah daerah lainnya, ambil bagian dalam Kejuaraan Terbuka Pencak Silat 2025 yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat. Ajang ini berlangsung di Aula Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Tanjung Pati, pada 11–12 November 2025.
Kejuaraan ini merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Wirman Dt. Pangeran, dan secara resmi dibuka oleh Ketua Harian IPSI Sumatera Barat, Martias Wanto, mewakili Ketua Umum IPSI Sumbar, Senin (11/11).
Menurut Martias Wanto, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan bagi atlet, tetapi juga mengobati kerinduan para pesilat dan cabang olahraga pencak silat terhadap ajang kompetisi besar, mengingat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang lama dinanti belum juga terlaksana.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi pengobat rindu bagi para pesilat terhadap kejuaraan besar. Mari terus kita lestarikan dan budayakan pencak silat sebagai warisan bangsa,” ujar Martias.
Martias juga berharap agar pelaksanaan Porprov Sumatera Barat dapat segera direalisasikan tanpa penundaan lagi.
“Untuk tahun 2025 ini Porprov belum bisa dilaksanakan. Mudah-mudahan tahun depan (2026) tidak kembali tertunda, karena ajang tersebut sangat dinantikan para atlet dan cabang olahraga,” harapnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dispora Sumbar serta Wirman Dt. Pangeran atas terselenggaranya kejuaraan ini.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, sehingga Kejuaraan Terbuka Pencak Silat 2025 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi para pesilat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota, Elsiwa Fajri, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut di daerahnya.
“Kami berterima kasih atas terselenggaranya Kejuaraan Silat 2025 di Limapuluh Kota. Semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi perkembangan olahraga dan generasi muda di daerah,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Koordinator Wasit/Juri, Umu Amalizar, mengungkapkan bahwa puluhan wasit dari Pengprov IPSI Sumatera Barat dilibatkan dalam memimpin jalannya pertandingan.
“Untuk kejuaraan ini, jumlah wasit dan juri yang bertugas mencapai puluhan orang,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Wirman Dt. Pangeran, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian seni bela diri tradisional di kalangan generasi muda.
“Kegiatan ini kami gagas bersama Dispora sebagai bentuk pembinaan generasi muda sekaligus upaya untuk terus membudayakan pencak silat,” ujar Wirman, yang juga merupakan mantan anggota (@dy)















Komentar