Puluhan Rumah Rusak, 149 KK Diungsikan Akibat Likuifaksi di Limapuluh Kota

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Rubrikpos — Puluhan rumah warga di Jorong Aie Angek, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, rusak berat akibat fenomena likuifaksi yang dipicu curah hujan tinggi pada akhir pekan lalu. Sebanyak 149 kepala keluarga terpaksa mengungsi setelah satu kawasan permukiman dinyatakan tidak lagi layak huni.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menyebut bencana hidrometeorologi ini berdampak pada delapan kecamatan, namun tiga wilayah mengalami kerusakan paling parah. “Ada delapan kecamatan yang terdampak bencana. Namun yang terparah ada di Kecamatan Gunung Omeh, Kecamatan Bukit Barisan, dan Kecamatan Suliki,” ujarnya kepada Media.

Menurutnya, kerusakan di tiga kecamatan tersebut berkaitan langsung dengan permukiman dan lahan warga, sehingga penanganan darurat harus difokuskan pada penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar. “Terhadap ketiga kecamatan ini, kita sudah menjalankan SOP tanggap darurat. Prioritas pertama adalah keselamatan warga. Mereka sudah kita evakuasi, karena ada satu jorong di Aie Angek yang sudah tidak bisa ditempati lagi,” tegasnya.

Para pengungsi saat ini ditampung di Masjid Kenangan, yang ditetapkan sebagai lokasi pengungsian utama. Pemerintah daerah menanggung penuh kebutuhan logistik dan pangan melalui anggaran darurat, dibantu sejumlah donatur.

Wabup Ahlul menjelaskan bahwa pergerakan tanah di Aie Angek dipicu tiga faktor utama: kondisi geologi, curah hujan tinggi, dan topografi perbukitan. “Secara geologi, tanah di daerah itu memang setiap tahun bergerak. Ditambah curah hujan yang tinggi dan topografi berbukit, air hujan sangat memengaruhi kestabilan tanah. Ini menyebabkan pergerakan tanah hingga rumah warga retak dan bergeser cukup jauh,” paparnya.

Hasil asesmen pemerintah daerah menyimpulkan bahwa kawasan terdampak tidak layak huni. Pemerintah kini mengumpulkan data untuk penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk rencana relokasi bagi warga yang menyatakan kesediaan dipindahkan. “Alhamdulillah sejak awal kita sudah turun ke lapangan, dan masyarakat bisa kita antisipasi sehingga tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Pemda memastikan kebutuhan para pengungsi akan terus dipenuhi hingga proses relokasi dan rehabilitasi dapat dilaksanakan. Masjid Kenangan dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai paling representatif dan aman bagi ratusan warga yang terdampak. (Ady)

Berita Terkait

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status
Waspada, ada penipuan. WP diminta untuk memperbarui data Coretax melalui file Apk
Gelombang Demonstrasi Gen Z Mengguncang Eropa, Jerman dan Prancis Perketat Keamanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto

Senin, 2 November 2026 - 13:40 WIB

MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir

Berita Terbaru