RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat (Kalbar) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa bulan ke depan. Koordinator Data dan Informasi BMKG Kalbar, Sutikno mengatakan, intensitas curah hujan di wilayah Kalbar mulai menunjukkan peningkatan signifikan dan diperkirakan akan terjadi secara konsisten.
“Diprakirakan wilayah Kalimantan Barat akan mulai banyak hujan, hampir setiap hari akan turun hujan. 10 hari ke depan diperkirakan wilayah kita akan cukup banyak hujan,” kata Sutikno usai menghadiri rapat koordinasi mitigasi bencana di aula kantor BPBD Kota Pontianak, Rabu, 4 November 2026.
BMKG memperkirakan potensi puncak curah hujan tinggi di Kalimantan Barat akan terjadi pada bulan Desember dan Januari. Namun kondisi hujan dengan kategori sedang hingga tinggi diperkirakan masih mendominasi hingga April mendatang.
Sutikno mengingatkan, seluruh wilayah Kalimantan Barat perlu waspada terhadap potensi banjir, terutama pada periode November hingga April. Kewaspadaan ekstra diperlukan pada bulan Desember dan Januari, yang merupakan periode dengan intensitas curah hujan tertinggi.
Selain ancaman banjir akibat meluapnya air hujan, wilayah pesisir di Kalimantan Barat seperti Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Sambas juga berpotensi dilanda banjir rob (pasang air laut). Banjir rob diperkirakan terjadi setiap 15 hari sekali, dengan puncak diperkirakan terjadi pada tanggal 24 hingga 29 Desember. Ketinggian pasang air laut bisa mencapai sekitar 2 meter di atas permukaan laut, ujarnya.
Di sisi lain, meningkatnya curah hujan berarti potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar secara umum akan berkurang signifikan hingga enam bulan ke depan. Namun BMKG memberikan catatan khusus untuk wilayah pesisir seperti Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, dan Sambas. Pada bulan Februari dan Maret, wilayah pesisir tersebut diperkirakan akan mengalami sedikit penurunan curah hujan.
“Pada bulan Februari dan Maret perlu ada kewaspadaan mengenai potensi rendahnya curah hujan di beberapa wilayah pesisir yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” kata Sutikno mengakhiri pernyataannya.
Baca juga: BMKG Sampaikan Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Rabu 4 November 2026
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














