Pemko Payakumbuh dukung Program IDAMAN BPOM untuk tingkatkan keamanan jamu

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemko Payakumbuh menyatakan dukungan penuh terhadap Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diluncurkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi jamu yang aman dan bermutu.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat mengikuti Kick Off Program IDAMAN secara daring dari Aula Pertemuan Riza Falepi, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (09/06/2026).

“Karena ini merupakan program nasional, Pemerintah Kota Payakumbuh tentu mendukung penuh. Kami akan terus mengomunikasikan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya mengonsumsi jamu yang aman,” kata Elzadaswarman.

Program IDAMAN merupakan kampanye nasional yang diluncurkan BPOM bertepatan dengan pembukaan Pekan Jamu 2026 dengan tema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu”. Peluncuran dilakukan secara daring oleh Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dan diikuti oleh berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Elzadaswarman, program tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa produk jamu yang beredar harus memenuhi standar keamanan dan mutu sehingga aman dikonsumsi.

Ia mengatakan masih terdapat kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan adanya kandungan tertentu dalam produk jamu yang dapat berdampak pada kesehatan.

“Melalui program ini, pemerintah bersama BPOM ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya sekaligus alternatif menjaga kesehatan yang aman dan terjamin kualitasnya,” ujarnya.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam sambutannya menjelaskan Program IDAMAN dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya keamanan produk jamu.

Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih obat tradisional, sekaligus memastikan pelaku usaha memproduksi jamu yang bebas dari Bahan Kimia Obat (BKO).

Selain edukasi kepada konsumen, program itu juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) jamu agar mampu memproduksi produk yang higienis sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) hingga memperoleh izin edar dari BPOM.

Peluncuran Program IDAMAN dilakukan serentak di berbagai daerah melalui jaringan Balai Besar POM dan Balai POM. Berbagai kegiatan kampanye turut dilaksanakan, mulai dari pembagian jamu gratis kepada masyarakat, edukasi pada kegiatan car free day, hingga bimbingan teknis bagi perajin jamu lokal.

Pada kesempatan itu, BPOM juga menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan publik di bidang obat dan makanan.

Menanggapi hal tersebut, Elzadaswarman menilai penguatan infrastruktur UPT BPOM merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan hingga ke daerah.

“Dengan infrastruktur UPT yang semakin kuat dan memadai di daerah, fungsi pengawasan terhadap obat dan makanan, khususnya jamu, akan menjadi lebih optimal, responsif, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” katanya.

Ia berharap Program IDAMAN dapat diimplementasikan secara optimal di Kota Payakumbuh sehingga mampu melindungi masyarakat dari bahaya jamu yang mengandung BKO sekaligus mendorong UMKM jamu lokal berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai POM di Payakumbuh beserta jajaran, Kepala Bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh, Kepala UPTD Sentra Randang, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Pemko Payakumbuh

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul
Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja
DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:53 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul

Senin, 2 November 2026 - 21:31 WIB

Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Berita Terbaru