Pemanfaatan Hutan Indonesia untuk Masa Depan Hijau

- Redaksi

Senin, 13 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan emisi karbon terbesar di dunia, memiliki peran untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Hal tersebut ditunjukkan dengan turut serta mengesahkan Perjanjian Paris tahun 2016 dengan target pengurangan emisi sebesar 29% (secara mandiri) dan 41% (bantuan internasional).

Komitmen tersebut diperkuat melalui target ambisius yang diumumkan melalui siaran pers oleh Kementerian ESDM tahun 2024, bahwa pemerintah Indonesia mencanangkan penurunan gas rumah kaca menjadi 31,89% (mandiri) dan 43,20 (bantuan internasional).

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon melalui beberapa kebijakan yaitu melalui pajak karbon dan perdagangan karbon. Skema tersebut didukung dengan luasan kawasan hutan di Indonesia yang menyimpan potensi sebagai penyerap emisi.

Dalam e-book terbarunya LindungiHutan yang berjudul “Policy Carbon: Pemanfaatan dan Status Hutan di Indonesia”, memberikan gambaran mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan emisi karbon, mulai dari konsep carbon trading, carbon offset, hingga regulasi yang mendukung upaya tersebut.

Selain itu, e-book ini menyoroti terkait kondisi terkini hutan Indonesia termasuk dampak deforestasi dan degradasi terhadap emisi karbon, peran penting hutan mangrove dan gambut dalam menyerap karbon serta melindungi ekosistem, langkah mitigasi karbon melalui penerapan kebijakan berbasis data dan sains, dengan referensi regulasi seperti Peraturan Pemerintah No. 98/2021 dan POJK No. 14/2023.

Melalui e-book ini, Lindungi Hutan berharap dapat meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menjaga hutan sebagai solusi terhadap krisis iklim. E-book “Policy Carbon: Pemanfaatan dan Status Hutan di Indonesia” tersedia secara gratis melalui https://tinyurl.com/carbonpolicyhutanindonesia.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 951ribu pohon telah ditanam bersama 590 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 39 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga
Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang
Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Berita Terbaru

Headline

Polres Lebak Tindaklanjuti Video Viral Penemuan Narkoba

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:00 WIB