Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang, Dipicu Kebijakan KSOP Pembatasan Jumlah Truk

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA (Lentera) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, terjadi kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, salah satunya dipicu kebijakan KSOP (Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) Kementerian Perhubungan.

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali mengalami kemacetan hingga sepanjang 17 kilometer setelah sempat sepi. Kepadatan ini berlanjut hingga Senin (28/9/2026).

Emil mengatakan, kemacetan bukan dipicu oleh ketersediaan kapal atau cuaca.

“Waktu kita berkunjung ke sana, saya tanya, kapalnya sudah ada? Iya. Cuma ada risiko air pasang, jadi dari Tanjung Wangi ke Lembar dua kapal jadi empat, ditambah satu kapal fortlink sudah tersedia, Ketapang juga. Dua faktor yang dikhawatirkan itu tidak terjadi,” kata Emil mengutip Kompas.com, Senin (28/9/2026).

Namun kemacetan tersebut disebabkan adanya protes dari para pengemudi kendaraan logistik, terhadap kebijakan yang dikeluarkan KSOP Kementerian Perhubungan mengenai pembatasan muatan demi keselamatan penyeberangan.

Ternyata penyekatan itu bukan semata-mata karena antrian, tapi kebijakan terkait pembatasan jumlah truk yang boleh dimuat ke kapal. Ini pertimbangan teknis dari KSOP dan asosiasi. Karena menghubungkan antar pulau, kewenangannya tidak melekat pada provinsi, jelasnya.

Sebelumnya, Gabungan Seluruh Pengemudi Pengguna Jasa Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bersama pemangku kepentingan terkait menyepakati tujuh poin demi kelancaran operasional penyeberangan.

Salah satu poinnya adalah pembagian muatan kendaraan di atas 30 ton diarahkan menggunakan kapal LCM dengan jumlah minimal lima unit per kapal.

Sedangkan kendaraan dengan muatan di bawah 30 ton diarahkan ke kapal MB yaitu MB1, MB2, MB3 dan MB4. Kemudian waktu sandar, bongkar muat, dan pemberangkatan ditargetkan 15 menit terakhir.

“Jadi sebenarnya hanya proses komunikasi saja, pengemudi truk merasa resah dengan kebijakan baru tersebut. KSOP tidak bisa asal menentukan kebijakan, secara teknis mereka terikat untuk ingin menghindari kecelakaan kapal,” jelasnya.

Blokade yang berlangsung selama enam jam, pada Sabtu (26/9/2026) memicu penumpukan kendaraan hingga menimbulkan efek domino. Kemacetan ini tidak bisa diselesaikan dengan cepat.

“Sudah ada solusinya, tapi karena blokade terjadi lebih dari enam jam, efeknya bertahan hingga kemarin, bahkan hingga hari ini,” jelasnya.

Kepada awak media, Emil menunjukkan pantauan kamera CCTV pada Minggu malam di pintu masuk Dermaga 4 cukup sepi. Namun, perilaku pengguna jalan yang ugal-ugalan melintasi jalur membuat keadaan semakin pelik.

“Kalau begini, antriannya jangan sampai 13 kilometer ya, karena banyak yang bertiup (mengambil arah sebaliknya), jadi ribet di sana,” tutupnya.

Redaktur: Arief Sukaputra

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa
(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang
Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat
Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla
Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi
Pengadilan Negeri Surakarta Tolak Gugatan Srigit Pratomo Terkait Ijazah Jokowi
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Pendemo pada 28 Oktober
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Rp 158,3 Miliar kepada Atlet Peraih Medali AG & APG Aichi-Nagoya 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Roy-Tifa, Bonjowi: Ijazahnya Harus Diperiksa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:21 WIB

(LENGKAP) Perbarui! Polisi Ungkap 139 Orang Jadi Korban Keracunan Gas Pabrik di Karawang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Basarnas Palu Gandeng RRI dan Politeknik Cendrawasih Perkuat Informasi Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Demonstrasi mahasiswa di Bogor, Jakarta dan Bandung, menuntut evaluasi MBG dan penanganan karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Berita Terbaru

Headline

Update Kasus Mutilasi Madiun, Polda Jatim Periksa 16 Saksi

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:20 WIB