Ikon Ibu Kota, Wisma 46 yang Raih Sertifikat Green Building

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu ikon arsitektur Ibu Kota, Wisma 46 Kota BNI, resmi mengantongi sertifikat GREENSHIP Existing Building peringkat Gold dari Green Building Council (GBC) Indonesia. Gedung yang mulai beroperasi pada 1996 itu menjadi bukti green building dapat diaplikasikan melalui sejumlah usaha terukur yang konsisten.

Nazarudin, Building Manager Wisma 46, mengatakan keberhasilan Wisma 46 Kota BNI meraih GREENSHIP Existing Building peringkat Gold tidak lepas dari keinginan untuk menjadikan Wisma 46 sebagai gedung yang ramah dan nyaman bagi penggunanya dan juga terhadap lingkungan serta menerapkan konsep berkelanjutan (sustainability).

“Kami ingin Wisma 46 tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga harus menonjol dalam hal keberlanjutan. Salah satunya melalui penerapan standar green building,” ujarnya.

Dia menuturkan, PT Swadharma Primautama selaku pengembang dan pengelola Wisma 46 mencermati adanya peluang untuk tetap menjadikan Wisma 46 sebagai pilihan utama kantor bagi para pengusaha.

Salah satunya adalah dengan menerapkan praktik Green Building agar dapat memberikan kondisi gedung yang nyaman bagi para tenant namun tetap ramah terhadap lingkungan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah lokasi yang strategis dan mudah diakses dengan transportasi umum.

Secara desain & arsitektur, Wisma 46 memiliki keunggulan dalam hal efisiensi energi, terutama dalam hal pengkondisian udara dan pencahayaan alami. Pada sisi timur dan barat, Wisma 46 mempunyai permukaan yang lebih kecil dibanding sisi utara dan selatan. Dengan demikian, hal ini dapat meredam paparan sinar matahari sehingga suhu di dalam ruang tidak naik terlalu tinggi.

Selain itu, fasade Wisma 46 menggunakan kaca yang dapat membuat sinar matahari masih bisa tetap masuk sehingga dapat berfungsi sebagai pencahayaan alami. Adapun sisi utara dan selatan mempunyai bidang lebih luas, menggunakan kombinasi antara kaca dengan precast yang dilengkapi dengan rockwoll, sehingga pencahayaan alami masih tercukupi dan mampu meredam panas dengan baik.

“Kami melihat ada banyak peluang lain yang bisa diterapkan dan dikembangkan agar ke depan Wisma 46 memperoleh predikat tertinggi untuk green building, yaitu Platinum” tambahnya.

Nazarudin melanjutkan, untuk meraih sertifikat green building, pihaknya pertama-tama melakukan self-assessment untuk mengukur sejauh mana Wisma 46 dapat memenuhi standar dan klausul pada Greenship Rating Tools. Setelah melihat hasil self assesment, pengelola semakin yakin bahwa Wisma 46 mampu meraih sertifikat Green Building.

Selanjutnya, perusahaan mengundang konsultan untuk membantu mengawal proses sertifikasi Green Building Wisma 46, serta melakukan evaluasi secara berkala sebelum diajukan kepada pihak pemeriksa (verifikator) dan penguji (assessor).

Dalam hal ini Verifikator adalah lembaga independen, dalam hal ini, PT Sucofindo yang bertugas melakukan verifikasi dan kesesuaian antara item-item pada Rating Tools dengan kondisi aktual di lapangan.

“Seperti misalnya indeks konsumsi energi kami itu 197 kWh/m2/ tahun, lebih rendah dari SNI yang menerapkan 250 kWH/m2/tahun dan juga terkait konsistensi kami dalam hal perawatan dan pegoperasian peralatan gedung, serta bagaimana pengelolaan sampah dan limbah. Klaim-klaim ini diuji oleh verifikator independen,” jelasnya.

Setelah tim verifikator menyatakan bahwa kondisi aktual di Wisma 46 sudah sesuai dengan yang diklaim, serta memenuhi target yang ditentukan, yaitu Gold, maka tahap selanjutnya adalah penjadwalan sidang oleh para penguji atau assesor.

Berdasarkan hasil sidang yang dilakukan di hadapan para assesor, Wisma 46 dinyatakan layak mendapatkan Sertifikat Greenship Green Building dengan predikat GOLD. Melihat konsistensi dan dukungan penuh dari Manajemen terkait pengelolaan yang berkelanjutan di Wisma 46, dewan penguji yakin dan memberikan tantangan kepada Wisma 46 agar bisa menaikkan predikat dari Gold menjadi Platinum pada resertifikasi berikutnya.

Implementasi Prinsip Green Building

Nazarudin melanjutkan, terdapat sejumlah praktik keberlanjutan yang telah dan terus diterapkan di Wisma 46. Sebagai contoh Implementasi green building yang dilakukan pada beberapa langkah berikut:

Pertama, upaya efisiensi tepat guna dalam hal konsumsi energi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan lampu LED, menghemat optimalisasi penggunaan air conditioner (AC) saat gedung tidak digunakan, dan sejumlah inisiatif pola pengoperasian lainnya.

Pengelola juga mengadopsi pendekatan teknologi melalui Energy Monitoring System guna memastikan praktik efisiensi energi dilakukan dengan tepat.

“Kami juga menyadari penghematan tidak hanya terkait teknologi tapi juga ada unsur kebiasaan pengguna. Itu juga kami dorong melalui kampanye-kampanye dan ajakan kepada seluruh pengguna gedung Wisma 46,” tambahnya.

“Selain itu, pada kategori pemanfaatan air hujan, kami memiliki instalasi penangkap air hujan yang bisa digunakan kembali untuk operasional, baik siram taman maupun untuk kebutuhan toilet. Air tersebut rutin dilakukan pengujian kelayakan oleh lembaga independen untuk memastikan kelayakan dan keamanannya bagi manusia maupun lingkungan,“ ujarnya.

Ia melanjutkan, program efisiensi yang dilakukan tidak boleh menimbulkan  ketidaknyamanan bagi pengguna. Oleh karena itu, pengelola gedung juga memastikan kualitas dan hembusan udara yang baik dan memenuhi standar.

Upaya-upaya tersebut, tegasnya, sejalan dengan keinginan manajemen untuk menyediakan gedung yang layak, ramah bagi penghuni, nyaman dan sehat.

“Kami yakin Wisma 46 tidak hanya menonjol sebagai ikon, tetapi juga mampu menerapkan praktik green building sambil tetap memberikan kenyamanan bagi pengguna,” imbuhnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini
Rayakan Hari Batik Nasional, BRI-MI Wujudkan Harmoni Budaya dan Investasi Bersama Amanda Hartanto
MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah
Ratusan Peserta Ramaikan Zumba Party di Marianna Resort dan Convention Tuktuk Samosir

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:20 WIB

Kasatpol PP Payakumbuh Luruskan Isu Penertiban Pedagang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wawako Elzadaswarman Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Lewat Bimtek ASWAKADA

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang, Perkuat Sentra Hortikultura dan Ekonomi Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:39 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Penegakan Perda Sesuai Koridor Hukum dan Kewenangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:48 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Seluruh Laporan Diproses Sesuai Aturan, Penegakan Perda Berjalan Sesuai Ketentuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:06 WIB

SMA Negeri 1 Payakumbuh perkuat sekolah ramah anak melalui pembekalan literasi digital oleh Diskominfo

Senin, 13 Juli 2026 - 09:32 WIB

KUA Payakumbuh Selatan ajak ASN dukung gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05 WIB

Menyulap Lahan Tidur Hingga Digitalisasi Layanan, Strategi Sapaku Bidik Kelurahan Terbaik Nasional

Berita Terbaru

Daerah

Kasatpol PP Payakumbuh Luruskan Isu Penertiban Pedagang

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:20 WIB

One moment, please...
Loader
Please wait while your request is being verified...