Payakumbuh – Pemko Payakumbuh menggelar gerakan tanam pisang serentak di lima kecamatan dengan menanam 3.000 bibit pisang varietas barangan.
Program yang dipusatkan di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talang Saiyo, Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis (23/07/2026), menjadi upaya dalam memperkuat ketersediaan buah lokal untuk program strategis nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, yang diwakili Staf Ahli Irwan Suwandi mengatakan, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas areal tanam komoditas hortikultura yang memiliki prospek ekonomi tinggi.
Pisang dipilih karena kaya karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat sehingga berpotensi mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat Program MBG.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pisang, tetapi juga memastikan kebutuhan buah untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal,” kata Irwan Suwandi.
Dia menyebut, melalui APBD Kota Payakumbuh, pemerintah menyalurkan 3.000 bibit pisang barangan kepada 29 kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang tersebar di 23 kelurahan pada lima kecamatan.
Penyaluran benih unggul itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas luas tanam, mendukung program penurunan stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemerintah juga melibatkan berbagai pihak untuk mengawal keberhasilan program tersebut, dan pendampingan dilakukan sejak proses penanaman agar setiap kendala budidaya dapat segera ditangani.
“Kami akan terus melakukan pendampingan sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan varietas yang digunakan adalah pisang barangan karena memiliki daya tahan lebih baik terhadap serangan hama dibandingkan beberapa varietas lainnya.
Sebanyak 1.405 batang disalurkan ke Kecamatan Payakumbuh Barat, 535 batang ke Payakumbuh Selatan, 345 batang ke Payakumbuh Timur, 425 batang ke Payakumbuh Utara, dan 290 batang ke Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.
Pemerintah juga mendistribusikan pupuk kompos sebanyak 30.000 kilogram dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap batang pisang guna memenuhi kebutuhan unsur hara tanah.
“Kami memilih varietas barangan karena lebih tahan terhadap hama. Setiap bibit juga mendapatkan pupuk organik agar pertumbuhannya lebih baik dan produktivitasnya meningkat,” kata Nila Misna.
Menurutnya, pengembangan komoditas pisang tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Payakumbuh.
Pemerintah juga menargetkan hasil panen mampu memasok daerah lain dan menjadi bahan baku berbagai produk olahan sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
Dalam sesi dialog, salah seorang petani dari Gapoktan Talang Saiyo menyampaikan kekhawatiran mengenai pemasaran apabila produksi meningkat signifikan. Ia berharap pemerintah turut membantu membuka akses pasar agar hasil panen dapat terserap dengan baik.
Menanggapi hal tersebut, Nila Misna memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengembangan hilirisasi produk dan perluasan jaringan pemasaran sehingga produksi yang melimpah tetap memberikan keuntungan bagi petani.
“Apabila produksi meningkat, hasil panen tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kami akan terus mencarikan solusi pemasaran agar tujuan utama program ini tercapai,” katanya.
Pada kegiatan itu juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian Kota Payakumbuh dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh mengenai pengembangan agribisnis pisang intensif di Kota Payakumbuh.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam mendorong pengembangan komoditas pisang, mulai dari aspek budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga pengembangan usaha berbasis agribisnis.
“Melalui kolaborasi itu, kita harapkan produktivitas dan kualitas pisang lokal terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan petani,” pungkasnya. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita : Pemko Payakumbuh















