Hampir Dijual Sewaktu Kecil, Kini Steward Leo Buka First Wave Coffee

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Terkadang, kita memang nggak harus tahu segalanya di awal. Saya belajar banyak justru saat sudah jalan. Yakin dulu, baru cari tahu sisanya. Dan jangan gampang sakit hati—harus kuat.” Begitulah filosofi hidup Steward Leo, founder dari First Wave Coffee, yang membuktikan bahwa keyakinan dan konsistensi bisa membawa seseorang melaju dari titik nol dan menembus berbagai krisis. Simak kisahnya dari dokumenter Sekali Seumur Hidup.

Jiwa Dagang Sedari Belia

Sejak kecil, semangat berdagang Steward sudah muncul. Jualan permen, es cendol, hingga susu gym jadi pengalamannya semasa sekolah. Tapi saat itu, ia belum sadar bahwa berdagang adalah panggilan hidupnya.

“Saya nggak pernah ikut mentoring. Walaupun pebisnis juga, tapi ayah saya cuma tanya-tanya soal ide. Jadi trial error sendiri,” ungkapnya.

Setelah lulus kuliah, Steward ingin membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa kerja kantoran.

Ia bertanya pada ibunya, “Ada ide gak, Bu?” Ibunya menyebut seorang sepupu di Medan yang punya toko mainan. Steward pun langsung terbang ke sana dan belajar selama sebulan.

Ia mulai dari nol dengan berjualan mainan secara online. Sebagai modal awal, ia mengirim uang 72 juta untuk stok awal.

Tapi, tanpa ia prediksi sebelumnya, uang itu dibawa kabur oleh paman jauhnya tersebut. Hasil tabungan 80 juta yang ia miliki raib tak bersisa.

“Itu pelajaran mahal. Tapi, dari situ saya mulai serius bangun bisnis mainan: Evokids,” kisahnya.

Evokids berkembang selama 5 tahun hingga bisa autopilot. Tapi justru saat bisnis mulai stabil, ujian lain datang.

Bangkit dari Titik Terendah dengan First Wave Coffee

Perkembangan pesat Evokids membuat Steward memiliki modal untuk melanjutkan hubungan romansanya ke jenjang yang lebih serius. Dari sana, ia menguras hampir keseluruhan modal, bahkan menambahkan beberapa pinjaman untuk menikah.

Akan tetapi, sayang sekali, hubungan itu kandas sebelum waktunya. Steward mengaku, itu adalah titik terendah dalam hidupnya. Selain bisnis yang limbung, ia harus kehilangan pasangan dan gagal menikah.

Namun di balik kegagalan, Steward menemukan harapan. Modal nikahnya itu ia alihkan untuk peluang yang baru.

“Saya ketemu teman saya Michael, teman saya yang waktu itu kerja jadi head barista. Saya tanya, ‘kamu bisa buat kopi kan?’ Dari situ lahir First Wave Coffee.”

Steward menggabungkan semua modal dari Evokids dan membangun kafe dengan pendekatan berbeda. Menyediakan coffee mocktail, beans pilihan, ambience nyaman, dan pengalaman pelanggan jadi prioritas First Wave Coffee.

Tapi, perjalanan F&B bukan tanpa tantangan. Selain membangunnya dengan modal terbatas, Steward juga sempat harus hutang kesana-kemari untuk melanjutkan pembangunan kafe pertamanya ini. Akibat dari kesulitan ini, Steward juga mengaku staff awal yang membersamainya sudah keluar seluruhnya.

“Itu baru tantangan pertama,” kisahnya sambil tertawa kecil.

Tantangan selanjutnya semakin berat dan dinamis. Steward harus menghadapi berbagai jenis pelanggan dan adaptif dengan semua kebutuhan mereka.

Setiap hari bagi Steward adalah proses belajar dan eksperimen, selalu ada ilmu baru yang ia pelajari dan coba dalam kesehariannya berbisnis di First Wave Coffee.

Prinsip Hidup Seorang Pebisnis

“Baru mulai usaha itu pasti susah. Gak semua orang connect sama visi kita. Cerita ke orang yang salah, bisa-bisa bikin buyar. Tapi selama kamu yakin, terus jalan.”

Kini, Steward masih membangun. Lambang “1” di logo First Wave adalah harapan bahwa suatu hari lambang ini akan menjadi trade mark First Wave Coffee dalam perjalanannya di kemudian hari.

“Saya harap, waktu orang lihat lambang 1, langsung ingat sama First Wave Coffee. Dan lambang ini ada di seluruh Jakarta dan kota-kota lainnya, yuk datang ke First Wave Coffee,” kata lelaki berusia 28 ini menutup sesi wawancaranya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini
Rayakan Hari Batik Nasional, BRI-MI Wujudkan Harmoni Budaya dan Investasi Bersama Amanda Hartanto
MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah
Ratusan Peserta Ramaikan Zumba Party di Marianna Resort dan Convention Tuktuk Samosir

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wawako Elzadaswarman Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Lewat Bimtek ASWAKADA

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang, Perkuat Sentra Hortikultura dan Ekonomi Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:39 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Penegakan Perda Sesuai Koridor Hukum dan Kewenangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:48 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Seluruh Laporan Diproses Sesuai Aturan, Penegakan Perda Berjalan Sesuai Ketentuan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:38 WIB

Akbarul Fahmi: Pelayanan Masyarakat Harus Tetap Jadi Prioritas

Senin, 13 Juli 2026 - 09:32 WIB

KUA Payakumbuh Selatan ajak ASN dukung gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05 WIB

Menyulap Lahan Tidur Hingga Digitalisasi Layanan, Strategi Sapaku Bidik Kelurahan Terbaik Nasional

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:12 WIB

FORKI Kota Payakumbuh Raih Peringkat 5 pada Kejurprov FORKI Sumbar di Pasaman

Berita Terbaru

One moment, please...
Loader
Please wait while your request is being verified...