CHINA (Lentera) – Gempa berkekuatan 7 magnitudo mengguncang wilayah Tibet di barat daya China pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 22.33 waktu setempat. Peristiwa tersebut dilaporkan menewaskan 6 orang dan 32 lainnya luka-luka.
Menurut Reuters, pusat gempa terletak di daerah dataran tinggi berpenduduk jarang di Nagqu, Tibet utara, dengan kedalaman 10 km (6,2 mil). Data dari China Earthquake Network Center (CENC) menunjukkan bahwa ketinggian rata-rata dalam radius 5 km dari pusat gempa adalah sekitar 4.864 meter (15.960 kaki).
Kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan, hingga Jumat (23/10/2026) pukul 02.25 dini hari, 11 orang korban luka dalam kondisi serius, sedangkan 21 orang lainnya mengalami luka ringan. Pihak berwenang setempat menemukan setidaknya dua orang terluka di sebuah desa dekat pusat gempa.
Sementara itu, beberapa rumah di desa terdekat pusat gempa juga mengalami keretakan. Gempa ini merupakan gempa terkuat yang melanda China sejak Januari 2024.
Video yang dirilis oleh media resmi setempat menunjukkan warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di luar ruangan atau di dalam mobil yang diparkir di jalan. Seorang warga mengaku terbangun karena guncangan hebat dan mendengar rumahnya berderit saat gempa terjadi.
Gempa bumi dirasakan cukup kuat di wilayah setempat. Pusat gempa berjarak sekitar 400 km dari Lhasa, ibu kota Tibet, kata CENC.
Data CENC menunjukkan serangkaian gempa susulan yang lebih kecil, dengan kekuatan sekitar 3 hingga 4, telah tercatat di wilayah sekitarnya setelah gempa utama berkekuatan 7.
Pada tahun 2010, gempa berkekuatan 7,1 skala Richter mengguncang Yushu di provinsi tetangga Qinghai, menewaskan sedikitnya 2.698 orang dan menyebabkan hampir 300 orang hilang.
Redaktur: Lutfiyu Handi
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency













